Mekatronika
DAFTAR ISI
BAB 1. PENGANTAR
MEKATRONIKA
v
Pengantar
v
Gambaran
Umum Tentang Mekatronika
v
Aspek
Pengendalian Elektrik
v
Aspek
Mekanika
v
Daftar
Pustaka
BAB 2. S E N S O R
v
Sensor
Cahaya
v
Sensor
Suhu
v
Sensor
Proximity
v
Pressure
Sensors
v
Displacement
Transduser
v
Sensor
Putaran/Velocity (Rpm Sensor)
v
Penutup
v
Bahan
Diskusi Dan Tugas
v
Daftar
Pustaka
BAB 3. AKTUATOR
ELEKTRIK
v
Pengantar
v
Relay
v
Solenoida
v
Motor
Stepper
v
Servo
Motor
v
Motor
DC
v
Motor
AC
v
Penutup
v
Daftar
Pustaka
BAB 4. SISTEM
MEKANIK
v
Pengantar
v
Transmisi
Mekanik
v
Kinematika
v
Pneumatik
v
Sistem
Hidrolik
v
Penutup
v
Daftar
Pustaka
BAB 5. PENGENDALIAN
BERBASIS MIKROPROSESSOR
v
Pengantar
v
Arsitektur
Mikroprosesor
v
Transfer
Data Paralel (Ppi 8255)
v
Sistem
Interface Input/Output Antara Sistem Digital Dan Sistem Analog
v
Konversi
Analog Dan Digital
v
Penutup
v
Daftar
Pustaka
BAB 6. MIKRO
KONTROLER
v
Pengantar
v
Konstruksi
Dasar At89cx051
v
Memori
Pada At89cx051
v
Dasar
Pemrograman Mcs51
v
Pengetahuan
Dasar Program Assembly
v
Penutup
v
Daftar
Pustaka
BAB 7. TEKNIK
PEMROGRAMAN PLC
v
Pengantar
v
Bahasa
Pemrograman
v
Struktur
Daerah Memori
v
Instruksi
Pemrograman
v
Eksekusi
Pemograman
v
Langkah-Langkah
Pembuatan Program
v
Penutup
v
Daftar
Pustaka
BAB 1. PENGANTAR MEKATRONIKA
Pengantar
Mekatronika
adalah kata baru yang lahir di Jepang pada awal tahun 1970-an yang merupakan
gabungan antara 2 kata yaitu mechanics dan electronics. Sekarang kita
sering melihat di sekeliling kita barang-barang mekatronik seperti robot, mesin
bubut CNC, kamera digital, printer dan lain sebagainya. Persamaan dari
barang-barang mekatronik ini adalah objek yang dikendalikan adalah gerakan
mesin. Jika dibandingkan dengan gerakan mesin konvensional maka gerakan mesin
tersebut lebih bersifat fleksibel dan lebih memiliki kecerdasan. Hal ini
dimungkinkan karena memanfaatkan kemajuan iptek micro-electronics. Artinya
dengan bantuan microelectronics, mesin dapat bergerak dengan lebih cerdas. Jika
seseorang memberikan sebuah perintah, lalu semua dapat dipasrahkan ke mesin
yang dapat bergerak secara otomatis. Ini sangat membantu menciptakan mesin atau
alat yang praktis dan mudah digunakan. Sehingga sumber daya pada manusia
seperti waktu dan otak dapat dipakai untuk pekerjaan yang lain, sehingga dapat
menciptakan nilai tambah.
Pada awalnya mekatronik diarahkan pada 3 target yaitu
penghematan energi (energy saving), pengecilan dimensi serta peringanan berat
dan peningkatan kehandalahan (reliability). Sekarang, setelah 30 tahun lebih
berlalu dari kelahirannya, perlu dirumuskan kembali arah mekatronik sesuai
dengan perkembangan jaman. Arah mekatronik perlu ditentukan agar dapat membantu
memecahkan masalah-masalah yang ada dengan tetap memperhatikan lingkungan regional
dan global.
Mekatronik adalah teknologi atau rekayasa yang menggabungkan
teknologi tentang mesin elektronika dan informatika untuk merancang,
memproduksi, mengoperasikan dan memelihara sistem untuk mencapai tujuan yang
diamanatkan. Definisi mekatronika adalah gabungan disiplin teknik mesin, teknik
elektro, teknik informatika dan teknik kendali. Pada awalnya, secara khusus tidak
ada disiplin mekatronika. Untukmenggabungkan beberapa disiplin iptek tersebut,
mekatronika memerlukan teori kendali dan teori sistem. Secara sempit pengertian
mekatronika mengarah pada teknologi kendali numerik yaitu teknologi
mengendalikan mekanisme menggunakan aktuator untuk mencapai tujuan tertentu
dengan memonitor informasi kondisi gerak mesin menggunakan sensor dan
memasukkan informasi tersebut ke dalam mikro-prosesor.
Ini menyumbangkan kemajuan yang spektakuler jika dibandingkan
dengan kontrol otomatis menggunakan instrument analog karena dapat merubah
skenario kontrol secara fleksibel dan dapat memiliki fungsi pengambilan
keputusan tingkat tinggi. Contoh klasik barang mekatronik adalah lengan robot
dan mesin bubut control numerik. Barang-barang ini dapat melakukan
pekerjaan-pekerjaan yang berbeda-beda dengan cara merubah program mereka sesuai
kondisi yang diminta karena telah ditambahkan
kemampuan kendali aktif yang canggih terhadap mekanisme yang telah ada.
Beberapa manfaat penerapan mekatronik adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan fleksibilitas
Manfaat terbesar yang dapat diperoleh dari penerapan mekatronik
adalah meningkatkan fleksibilitas mesin dengan menambahkan fungsi-fungsi baru
yang mayoritas merupakan kontribusi mikro-prosesor. Sebagai contoh, lengan
robot industri dapat melakukan berbagai jenis pekerjaan dengan merubah program
peranti lunak di mikro-prosesornya seperti halnya lengan manusia. Ini yang menjadi
faktor utama dimungkinkannya proses produksi produk yang beraneka ragam tipenya
dengan jumlah yang sedikit-sedikit.
b. Meningkatkan kehandalan
Pada mesin-mesin konvensional (manual) muncul berbagai masalah
yang diakibatkan oleh berbagai jenis gesekan pada mekanisme yang digunakan
seperti keusangan, masalah sentuhan/gesekan, getaran dan kebisingan. Pada penggunaan
mesin- mesin tersebut diperlukan sarana dan operator yang jumlahnya banyak
untuk mencegah timbulnya masalah-masalah tersebut. Dengan menerapkan switch
semikonduktor misalnya, maka masalah-masalah akibat sentuhan tersebut dapat
diminimalkan sehingga meningkatkan kehandalan. Selain itu, dengan menggunakan
komponen-komponen elektronika untuk mengendalikan gerakan maka komponen-komponen
mesin pengendali gerak bisa dikurangi sehingga meningkatkan kehandalan.
c. Meningkatkan presisi dan kecepatan
Pada mesin-mesin konvensional (manual) yang sebagian besar
menggunakan komponen-komponen mesin sebagai pengendali gerak, tingkat presisi dan
kecepatan telah mencapai garis saturasi yang sulit untuk diangkat lagi. Dengan
menerapkan kendali digital dan teknologi elektronika maka tingkat presisi mesin
dan kecepatan gerak mesin dapat diangkat lebih tinggi lagi sampai batas
tertentu. Batas ini misalnya adalah rigiditas mesin yang menghalangi kecepatan
lebih tinggi karena munculnya getaran. Hal ini melahirkan tantangan baru yaitu
menciptakan sistem mesin yang memiliki rigiditas lebih tinggi.
Struktur mekatronik dapat dipilah menjadi 2 buah dunia yaitu
dunia mekanika dan dunia elektronika. Di dunia mekanika terdapat mekanisme
mesin sebagai objek yang dikendalikan. Di dunia elektronika terdapat beberapa
elemen mekatronika yaitu sensor, kontroler, rangkaian penggerak, aktuator dan
sumber energi. Elemen-elemen mekatronik dapat dijelaskan sebagai berikut :
Mekanisme mesin, ini adalah objek kendali
yang bisa berupa lengan robot, mekanisme penggerak otomotif, generator
pembangkit listrik dan lain sebagainya.
Sensor, ini adalah elemen
yang bertugas memonitor keadaan objek yang dikendali.
Sensor ini dilengkapi dengan rangkaian pengkondisi sinyal yang
berfungsi memproses sinyal listrik menjadi sinyal yang mengandung informasi
yang bisa dimanfaatkan.
Kontroler, ini adalah elemen
yang mengambil keputusan apakah keadaan objek kendali telah sesuai dengan nilai
referensi yang diinginkan dan kemudian memproses informasi untuk menetapkan
nilai komando guna merefisi keadaan objek kendali.
Rangkaian penggerak, ini
adalah elemen yang berfungsi menerima sinyal komando dari kontroler dan
mengkonversinya menjadi energi yang mampu menggerakkan aktuator untuk
melaksanakan komando dari kontroler. Elemen ini selain menerima informasi dari
kontroler juga menerima catu daya berenergi
tinggi.
Aktuator, ini adalah elemen
yang berfungsi mengkonversi energi dari energi listrik ke energi mekanik. Bentuk
konkrit aktuator ini misalnya motor listrik, tabung hidrolik, tabung pneumatik
dan lain sebagainya.
Sumber energi, ini adalah elemen yang
mencatu energi listrik ke semua elemen yang membutuhkannya. Salah satu bentuk
konkrit sumber energi adalah baterai untuk system yang berpindah tempat atau adaptor
AC-DC untuk sistem yang stasionari (tetap di tempat).
Struktur mekatronik yang digambarkan di sini dari segi teori
kendali disebut sistem umpan balik (closed loop). Sistem umpan balik ini
menyerupai makhluk hidup, dimana dalam melakukan kegiatan selalu merevisi
tindakannya berdasarkan informasi umpan balik yang dikirim oleh indra ke otak.
Dengan demikian mekatronik adalah merealisasikan system mekanik yang mampu
melakukan pekerjaan seperti halnya seorang manusia yang memiliki kondisi yang
sempurna.
Gambaran
umum tentang mekatronika
Batas
formal antara berbagai disiplin ilmu rekayasa (engineering) saat ini semakin
kabur seiring dengan perkembangan teknologi IC (Integrated Circuit = rangkaian
elektronika terpadu) dan komputer. Hal ini terutama terlihat jelas pada bidang
mekanik dan elektronik yaitu semakin banyak produk yang merupakan integrasi
dari kedua bidang tersebut, sehingga berkembang suatu bidang yang disebut mekatronika,
yang merupakan perluasan cakupan dari bidang elektromekanik.
Beberapa
definisi dari yang diambil dar i berbagai sumber di antaranya :
“Integration
of microprocessor control system, electrical systems and mechanical system”
(Bolton, Mechatronics).
“The
synergistic combination of precision mechanical engineering, electronic control
and systems thinking in the design of products and manufacturing processes” (Journal
of Mechatronics).
“The
synergistic use of precision engineer ing, control theory, computer science,
and sensor and actuator technology to design improved products and processes“
(ME Magazine).
“The
interdisciplinary field of engineer ing dealing with the design of products
whose
function
relies on the synergistic integration of mechanical and electronic components
coordinated
by a control architecture.“ (Alciatore, and Histand)
Dari
berbagai pengertian di atas maka dicoba disusun pengertian dari mekatronika
yaitu integrasi dari sistem mekanik dan elektronik yang dikendalikan dengan
komputer dan dimanfaatkan pada produk maupun proses produksi. Saat ini mekatronika
sudah dianggap sebagai suatu bidang tersendiri, meskipun tidak terlepas hubungannya
dengan bidang ilmu lainnya. Gambar 1.1 menunjukkan cakupan dari bidang
mekatronika beserta bidang-bidang yang memanfaatkan perkembangan bidang mekatronika.
Gambar 1.1. Ilustrasi sistem mekatronika sebagai perpotongan dari
sistem mekanik, elektronik, control dan computer
(sumber : Alciatore & Hisdtand, 2003)
Sistem kendali
elektronik dan sebagian besar di antaranya menggunakan komputer saat ini
pengendalian sistem mekanik hampir seluruhnya dilakukan menggunakan komputer.
Contohnya adalah mesin mobil, dahulu sistem pembakaran yang terjadi pada
silinder dikendalikan sepenuhnya secara mekanis. Banyaknya bahan bakar dan
udara diatur langsung dari pedal lewat perantaraan kabel dengan perbandingan
yang telah disetel sebelumnya. Katup terbuka dan tertutup diatur secarak mekanik
menggunakan camshaft tergantung posisi piston. Saat ini banyak sekali sensor
yang terlibat pada sistem pembakaran mobil yaitu di antaranya sensor kecepatan
dan posisi poros engkol, sensor temperatur udara dan bahan bakar dan sensor
pada pedal gas. Semua informasi dari sensor tersebut diolah oleh sistem
pengendali berupa komputer yang disebut Engine Control Unit (ECU) untuk
digunakan mengatur waktu dan besarnya bukaan katup serta perbandingan bahan bakar-udara
yang dapat disesuaikan dengan kondisi mesin ataupun pengendara.
Pada mobil juga
terdapat berbagai sistem lain yang saat ini menerapkan sistem mekatronika yaitu
sistem transmisi automatis, sistem suspensi aktif, sistem anti-lock braking
system (ABS), sistem pengkondisi udara, serta display kecepatan, putaran mesin
dan level bahan bakar. Selain kendaraan bermotor, mekatronika juga diterapkan
pada berbagai hal antara lain :
• Perancangan
sensor/transduser
• Peralatan rumah
tangga dan perkantoran : mesin cuci, mesin isap debu, timbangan digital, microwave, remote
control, pembuat kopi, sistem HVAC, kamera, mesin foto kopi
• Berbagai peranti
pada komputer : mouse, printer, disk drive, CD ROM drive, keyboard
• Dunia penerbangan
: pengendalian pesawat terbang secara Fly By Wire (FBW)
• Peralatan medis
dan laboratorium
• Bidang industri :
monitoring dan kendali berbagai peralatan industri
• Bidang robotika
Komponen utama pada
suatu sistem mekatronika adalah sensor, aktuator dan kontroler. Sensor
digunakan untuk mendeteksi variabel pada sistem. Aktuator berfungsi untuk
memberikan aksi pada sistem yang dikendalikan.
Aspek
pengendalian Elektrik
Sistem
kendali mempunyai tiga unsur yaitu : input, proses dan output.
Gambar 1.2. Unsur-unsur sistem kendali
Input
pada umumnya berupa sinyal dari sebuah transduser, yaitu alat yang dapat merubah
besaran fisik menjadi besaran listrik, misalnya tombol tekan, saklar batas,
termostat dan lain-lain. Transduser memberikan informasi mengenai besaran yang diukur,
kemudian informasi ini diproses oleh bagian proses. Bagian proses dapat berupa
rangkaian kendali yang menggunakan peralatan yang dirangkai secara listrik atau
juga berupa suatu sistem kendali yang dapat diprogram misalnya sistem berbasis mikroprosesor,
mikrokontroler atau PLC. Pemrosesan informasi (sinyal input) menghasilkan
sinyal output yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan aktuator (peralatan
output) yang dapat berupa motor listrik, kontaktor, katup selenoid, lampu, dan
sebagainya. Dengan peralatan output, besaran listrik diubah kembali menjadi
besaran fisik.
Sistem
kendali dibedakan menjadi dua, yaitu sistem kendali loop terbuka dan sistem
kendali loop tertutup.
a.
Sistem Kendali Loop Terbuka
Sistem
kendali loop terbuka adalah proses pengendalian di mana variable input mempengaruhi
output yang dihasilkan.
Gambar 1.3. Diagram blok sistem kendali loop
terbuka.
Dari
gambar 1.3 di atas, dapat dipahami bahwa tidak ada informasi yang diberikan
oleh peralatan output kepada bagian proses sehingga tidak diketahui apakah hasil
output sesuai dengan yang dikehendaki.
b.
Sistem Kendali Loop Tertutup
Sistem
kendali loop tertutup adalah suatu proses pengendalian dimana variabel yang
dikendalikan (output) disensor secara kontinyu, kemudian dibandingkan dengan
besaran acuan. Variabel yang dikendalikan dapat berupa hasil pengukuran
temperatur, kelembaban, posisi mekanik, kecepatan putaran dan sebagainya. Hasil
pengukuran tersebut diumpan-balikkan ke pembanding (komparator) yang dapat
berupa peralatan mekanik, listrik, elektronik, atau pneumatik. Pembanding
membandingkan sinyal sensor yang berasal dari variabel yang dikendalikan dengan
besaran acuan dan hasilnya berupa sinyal kesalahan. Selanjutnya, sinyal
kesalahan diumpankan kepada peralatan kendali dan diproses untuk memperbaiki
kesalahan sehingga menghasilkan output sesuai dengan yang dikehendaki. Dengan
kata lain, kesalahan sama dengan nol.
Gambar 1.4. Sistem kendali loop tertutup
Peran Teknologi Digital dalam Pengendalian
Perkembangan
teknologi rangkaian terintegrasi khususnya sistem mikroprosesor memberikan
kontribusi yang signifikan pada bidang kendali digital. Teknologi mikroprosesor
telah banyak diterapkan untuk pengendalian berbagai peralatan hingga rumah
tangga. Kehadiran mikrokontroler menjadi penerapan pengendali digital relatif
mudah diterapkan pada berbagai aplikasi yang portabel. Hingga akhir tahun 1970,
sistem otomasi mesin dikendalikan oleh relay elektromagnet. Dengan semakin
meningkatnya perkembangan teknologi, tugas-tugas pengendalian dibuat dalam
bentuk pengendalian terprogram yang dapat dilakukan antara lain menggunakan PLC
(Programmable Logic Controller). Dengan PLC, sinyal dari berbagai peralatan
luar diinterfis sehingga fleksibel dalam mewujudkan sistem kendali. Disamping
itu, kemampuannya dalam komunikasi jaringan memungkinkan penerapan
yang luas dalam berbagai operasi pengendalian sistem. Dalam sistem otomasi, PLC
merupakan ‘Jantung’ sistem kendali. Dengan program yang disimpan dalam memori
PLC, dalam eksekusinya, PLC dapat memonitor keadaan sistem melalui sinyal dari
peralatan input, kemudian didasarkan atas logika program menentukan rangkaian
aksi pengendalian peralatan output luar. PLC dapat digunakan untuk
mengendalikan tugas-tugas sederhana yang berulang-ulang atau di-interkoneksi
dengan yang lain menggunakan komputer melalui sejenis jaringan komunikasi untuk
mengintegrasikan pengendalian proses yang kompleks. Cara kerja sistem kendali
PLC dapat dipahami dengan diagram blok seperti ditunjukkan pada gambar 1.5.
Gambar 1.5. Diagram blok PLC
Aspek Mekanika
Otomotif adalah ilmu yang
mempelajari tentang alat-alat transportasi darat yang menggunakan mesin,
terutama mobil dan sepeda motor. Otomotif mulai berkembang sebagai cabang ilmu
seiring dengan diciptakannya mesin mobil. Dalam perkembangannya, mobil menjadi
alat transportasi kompleks yang terdiri dari ribuan komponen yang tergolong
dalam puluhan sistem dan subsistem.
Pompa bahan bakar adalah komponen
penting dalam sebuah mobil atau mesin kombusi dalam lainnya. Bahan bakar harus
dipompa dari tangki bensin ke mesin dan diantar dalam tekanan rendah ke
karburator atau dalam tekanan tinggi ke sistem injeksi bahan
bakar. Beberapa mesin injeksi bahan bakar memiliki 2 macam gambar 1.5. Diagram blok PLC pompa
untuk tujuan ini: satu pompa tekanan rendah/volume besar di tangki dan satu tekanan
tinggi/volume rendah di atau dekat mesin.
Suspensi adalah kumpulan
komponen tertentu yang berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada
kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata yang dapat meningkatkan kenyamanan
berkendara dan pengendalian kendaraan. Ada dua jenis utama suspensi yaitu
sistem suspensi dependen dan sistem suspensi independen.
Peredam kejut, shock absorber,
shock breaker, atau damper adalah sebuah alat mekanik yang didesain untuk
meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik. Peredam kejut adalah
bagian penting dalam suspensi kendaraan bermotor, roda pendaratan pesawat
terbang dan mendukung banyak mesin industri. Peredam kejut berukuran besar
juga digunakan dalam arsitektur dan teknik sipil untuk mengurangi kelemahan
struktur akibat gempa bumi dan resonansi. Dalam kendaraan, alat ini berfungsi
untuk mengurangi efek dari kasarnya permukaan jalan. Tanpa peredam kejut,
kendaraan dapat terlempar, seperti energi yang disimpan dalam per/pegas,
kemudian dilepaskan pada kendaraan, barangkali melebihi gerakan suspensi.
Kontrol gerakan ber lebih pada suspensi tanpa peredam kejut diredam secara paksa
oleh per yang kaku, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam berkendara. Peredam
kejut diperkenankan menggunakan per yang lembut yang mengontrol gerakan suspensi
dalam merespon gundukan atau lubang. Dan juga, berhubungan dengan pelambatan
efekfisik dalam ban itu sendiri, mengurangi gerakan naik turun per. Karena
ban tidak selembut per, untuk meredam hentakan ban mungkin dibutuhkan shock
yang kaku yang lebih ideal untuk kendaraan. Peredam kejut pneumatik dan
hidraulik umumnya mengambil bentuk sebuah silinder dengan piston yang bergerak
di dalamnya. Silinder harus diisi dengan cairan kental, seperti minyak
hidraulik atau udara. Cairan ini diisikan ke dalam dashpot. Peredam kejut
berbasis per umumnya menggunakan per keong atau per daun. Per ideal itu sendiri,
bukanlah peredam kejut seperti per yang hanya menyimpan dan tidak menghilangkan atau
menyerap energi. Kendaraan biasanya menggunakan dua per atau palang torsi yang
berfungsi sebagaimana peredam kejut hidraulik. Dalam kombinasi ini, peredam
kejut secara khusus menyediakan piston hidraulik yang menyerap dan menghilangkan
getaran. Per tidak dianggap sebagai peredam kejut. Peredam kejut harus menyerap
atau menghilangkan energi. Desainnya harus dipertimbangkan, oleh karena itu
harus dibuat ketika mendesain atau memilih sebuah peredam kejut adalah ke mana
energi akan pergi. Umumnya, dalam kebanyakan dashpot, energi diubah ke dalam
panas di dalam cairan kental. Dalam silinder hidraulik, minyak hidraulik akan
memanas. Dalam silinder udara, udara panas selalu dilepaskan ke atsmofer. Dalam
tipe dashpot yang lain, seperti elektromagnetik, energi yang hilang dapat
disimpan dan bisa digunakan kemudian jika diperlukan.
Sistem transmisi, dalam otomotif
adalah sistem yang menjadi penghantar energi dari mesin ke diferensial dan as.
Dengan memutar as, roda dapat berputar dan menggerakkan mobil. Transmisi
diperlukan karena mesin pembakaran yang umumnya digunakan dalam mobil merupakan
mes in pembakaran internal yang menghasilkan putaran (rotasi) antara 600 sampai
6000 rpm. Sedangkan, roda berputar pada kecepatan rotasi antara 0 sampai 2500
rpm.
Sekarang ini terdapat
dua sistem transmisi yang umum yaitu manual dan otomatis. Terdapat juga
sistem-sistem transmisi yang merupakan gabungan antara kedua sistem tersebut,
namun ini merupakan perkembangan terakhir yang baru dapat ditemukan pada
mobil-mobil berteknologi tinggi. Transmisi manual merupakan sistem transmisi
yang banyak dipergunakan dengan alasan perawatan yang lebih mudah dan biasanya
terdiri dari 3 sampai dengan 7 speed. Transmisi otomatis terdiri dari 3 bagian
utama, yaitu : Torque converter, Planetary gear unit, dan Hydraulic control
unit. Torque converter berfungsi sebagai kopling otomatis dan dapat memperbesar
momen mesin. Sedangkan Torque converter terdiri dari Pump impeller, Turbine
runner, dan Stator. Stator terletak diantara impeller dan
turbine. Torque converter diisi dengan ATF (Automatic Transmition Fluid). Momen
mesin dipindahkan dengan adanya aliran fluida. Begitu banyaknya penggunaan
sistem mekatronika dalam kehidupan kita memperkuat salah satu sifatnya yang
multiguna (aplikatif). Sebagai contoh sistem mekatronik pada kendaraan bermotor
adalah sistem rem ABS (Anti-lock Breaking System) atau sistem pengereman yang
menghindari terkuncinya roda sehingga mobil tetap dapat dikendalikan dalam
pengereman mendadak, ESP (Elektronik Stability Programm), ABC (Active Body
Control) dan Motor-Managemen-System. Contoh pada Teknologi Penerbangan : Dalam
teknologi penerbangan moderen digunakan Comfort-In-Turbulence
System sehingga dapat meningkatkan kenyamanan penumpang walau ketika terjadi
turbulensi. Gust Load Alleviation serta banyak contoh lainnya. Pada Teknik
Produksi : contoh dalam teknik produksi adalah penggunaan sensor pada robot.
Sistem kendali umpan balik pada elektromotor berkecepatan rotasi tinggi dengan
‘pemegang as’ tenaga magnet.
Gambar
1.6. Potensi-potensi penerapan Sistem Cerdas dalam bidang mekatronika
Daftar
pustaka
1.
J. Webb, Industrial Control Electronics, Macmillan Publish, New York, 1992
2.
J. Webb, Programmable Logic Control, Macmillan Publish,. New York, 1992
3.
Frank D Petruzella, Elektronik Industri (terjemahan), Penerbit Andi, Yogyakarta,
2001
4.
William Bolton, Programmable Logic Controller (PLC), Sebuah Penngantar,
Edisi ketiga, Penerbit Erlangga, 2004
5.
M. Budiyanto dan A. Wijaya, Pengenalan Dasar-dasar PLC (Programmable Logic
Controller), Penerbit Gaya Media, Yogyakarta, 2003
6.
Endra Ditawarna, Robotika, Desain, Kontrol dan Kecerdasan Buatan, Penerbit
Andi, Yogyakarta, 2006
7.
David G. Alciator dan Michael B Histand, Introduction to Mechatronics and
Measurement Systems, Mc Graw Hill, New York, 2003
Sensor mengkonversi dari suatu isyarat input ke suatu
isyarat ouput. Sensor bisa saja menggunakan satu atau lebih pengkonversian
untuk menghasilkan suatu isyarat keluaran.
Merupakan sensor yang
mendeteksi keberadaan dari suatu objek tanpamelakukan kontak fisik. Sensor
proximity adalah sensor untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu obyek. Dalam
dunia robotika, sensor proximity seringkali digunakan untuk mendeteksi ada atau
tidaknya suatu garis pembimbing gerak robot atau lebihdikenal istilah
“Line Follower Robot“ atau “Line Tracer Robot”, juga biasa digunakan untuk
mendeteksi penghalang berupa dinding atau penghalang lain pada Robot A voider.
Jenis sensor proximity meliputi limit switch (saklar mekanik), ultrasonic
proximity, proximity (infra merah) kamera dan lain sebagainya.
Ditanyakan :
Jawab :
2. va = vb
3. ωa = ωc
Kompresi Fluida
BAB 2. S E N S O R
Deskripsi, Tujuan
dan Penyajian
Sensor adalah
piranti yang mentransformasikan (mengubah) suatu nilai (isyarat / energi) fisik
ke nilai fisik yang lain serta menghubungkan antara fisik nyata dan industri
listrik dan piranti elektronika. Dalam dunia industri berguna untuk monitoring,
controlling, dan proteksi. Sering disebut juga dengan transducer. Sensor
umumnya dikategorikan menurut apa yang diukur dan sangat berperan penting dalam
proses pengendali manufaktur modern.
Tujuan dari
mempelajari sensor adalah :
1. Untuk
dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari terutama bidang industri dalam hal
monitoring, controlling dan proteksi sistem.
2.
Mengetahui
tentang sensor dan mampu menjelaskan jenis-jenis sensor.
Ada 6 tipe isyarat Sensor :
• Mechanical,
contoh : panjang, luas, mass flow, gaya, torque, tekanan, kecepatan,
percepatan, panjang gel acoustic.
• Thermal, contoh :
temperature, panas, entropy, heat flow
• Electrical,
contoh : tegangan, arus, muatan, resistance, frekuensi.
• Magnetic, contoh :
intensitas medan, flux density.
• Radiant, contoh : intensitas,
panjang gelombang, polarisasi.
• Chemical, contoh :
komposisi, konsentrasi, pH, kecepatan reaksi.
Diagram Block Sensor
Sensor
Cahaya
Sensor
cahaya adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran cahaya menjadi besaran
listrik. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengubah energi dari foton menjadi
elektron. Idealnya satu foton dapat membangkitkan satu elektron. Sensor cahaya
sangat luas penggunaannya, salah satu yang paling populer adalah kamera
digital. Pada saat ini sudah ada alat yang digunakan untuk mengukur cahaya yang
mempunyai 1 buah photon saja.
Jenis
- jenis sensor cahaya, diantaranya :
- Detektor kimiawi, seperti pelat fotografis, dimana mmolekul silver halida dibagi menjadi sebuah atom perak metalik dan atom halogen. Pengembang fotografis menyebabkan terbaginya molekul yang berdekatkan secara sama.
- Fotoresistor atau Light Dependent Resistor (LDR) yang berubah resistansinya ketika dikenai cahaya.
- Sel fotovoltaik atau sel matahari yang menghasilkan tegangan dan memberikan arus listrik ketika dikenai cahaya.
- Fotodioda yang dapat beroperasi pada mode fotovoltaik maupun fotokonduktif
- Tabung fotomultiplier yang mengandung fotokatoda yang memancarkan elektron ketika dikenai cahaya, kemudian elektron-elektron tersebut akan dikuatkan dengan rantai dynode.
- Tabung cahaya yang mengandung fotokatoda yang memancarkan elektron ketika dikenai cahaya, dan umumnya bersifat sebagai fotoresistor.
- Fototransistor menggabungkan salahsatu dari metode penyensoran di atas.
- Detektor optis yang berlaku seperti termometer, secara murni tanggap terhadap pengaruh panas dari radiasi yang masuk, seperti detektorpiroelektrik, sel Golay,termokopel dan termistor, tapi kedua yang terakhir kurang sensitif.
- Detektor cryogenic cuku tanggap untuk mengukur energi dar i sinar-x tunggal, serta foton cahaya terlihat dan dekat dengan inframerah (Enss 2005).
Sensor
suhu
Sensor suhu adalah alat yang digunakan untuk merubah besaran panas menjadi besaran listrik yang dapat dengan mudah dianalisis besarnya.
Ada
beberapa metode yang digunakan untuk membuat sensor ini, salah satunya dengan
cara menggunakan material yang berubah hambatannya terhadap arus listrik sesuai
dengan suhunya. Menggunakan bahan logam akan bertambah besar hambatannya
terhadap arus listrik jika panasnya bertambah. Hal ini dapat dijelaskan dari
sisi komponen penyusun logam. Logam dapat dikatakan sebagai muatan positif yang berada di dalam elektron yang bergerak
bebas. Jika suhu bertambah, elektron-elektron tersebut akan bergetar dan
getarannya semakin besar seiring dengan naiknya suhu.
Dengan
besarnya getaran tersebut, maka gerakan elektron akan terhambat dan menyebabkan
nilai hambatan dari logam tersebut bertambah. Menggunakan bahan semikonduktor mempunyai
sifat terbalik dari logam, semakin besar suhu, nilai hambatan akan semakin
turun. Hal ini dikarenakan pada suhu yang semakin tinggi, bergerak dengan
bebas. Seiring dengan kenaikan suhu, semakin banyak elektron dari tersebut berkurang Untuk mendapatkan sinyal listrik
yang baik dengan sedikit kegaduhan, dapat digunakan jembatan Wheatstone dan
rangkaian Lock in Amplifier.
Sensor
proximity
Sensor
proximity
Sensor
proximity yang digunakan untuk line follower robot dibuat menggunakan pasangan
LED/infrared dan photo transistor.
•
Lingkungan yang berbahaya, dimana sistem terproteksi dengan baik, dan tidak diharapkan adanya kontak mekanik.
•
Jika dibutuhkan saklar yang panjang umur dan andal
•
Sistem pengendali elektronik cepat yang membutuhkan signal masukan bebas pantulan.
Inductive
Proximity Sensor adalah peralatan sensor yang diaktifkan oleh objek logam. Inductive Sensor ini dapat diaktifkan dalam posisi aksial ataupun radial.
Inductive Proximity Sensor
Capacitive Proximity Sensor adalah
sensor yang diaktifkan oleh material konduktif ataupun non- konduktif, seperti
kayu, plastik, cairan, gula, tepung, ataupun gandum.
Capacitive Proximity Sensor
Magnetic switch (reed
relay), sensor ini terdiri dari dua plat kontak yang terproteksi penuh dalam ruang
kaca yang mempunyai gas proteksi. Kontak akan berpindah ketika pengaruh
medan magnet di lingkungan sekitarnya secara kuat menariknya.
Magnetic switch
Photoconductive (photoresistive)
cell merupakan salah satu tranducers cahaya yang sering dipergunakan.
Energi cahaya yang jatuh pada sel photoconductive akan mengakibatkan perubahan
resistansi pada sel, jika cahaya sedang gelap, maka resistansi akan tinggi,
demikian juga sebaliknya.
Pengukuran photoconductive
Terdapat dua metode penerapan sensor
photoelektrik yaitu :
- Reflektive-type photoelectric sensor, dipergunakan untuk mendeteksi cahaya yang dipantulan dari obyek.
- Through-beam photoelectric sensor, dipergunakan untuk mengukur perubahan kuantitas cahaya yang diakibatkan dari adanya obyek yang melewati aksis optiknya.
Mode penerapan sensor photoelektrik
Hall-Effect Sensor
Sensor ini didesain untuk mendeteksi
obyek magnetik, biasanya digunakan untuk mensinyalir posisi dari komponen.
Prinsip Kerja Hall Effect Sensor
Pressure sensors
Strain Wire Gauge Transducer akan
mengkonversi tegangan mekanik menjadi sinyal elektrik.
- Prinsip yang diterapkan adalah mengikuti prinsip bahwa konduktor akan memiliki resistansi yang berbeda pada sisi panjang ataupun mendatarnya.
- Gaya yang dikenakan pada bidang ukur akan menyebabkan bidan membengkok, bengkokan ini akan mendistorsi ukuran bidang, dan akterjadi perubahan resistansi.
- Perubahan resistansi ini akan disinyalir oleh sirkit yang ada. Strain Gauge Load Cells biasanya terbuat dari baja dan bidang ukur tegangan yang sensitif.
Semiconductor strain gauge
Menggunakan
piezoelectric crystal sebagai elemen pengindraannya. Jika kristal diberi gaya, maka
bentuk kristal akan berubah dan menghasilkan tegangan pada terminal keluaran dari kristal, jenis strain gauge ini memiliki sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan
dengan strain wire gauge.
Semiconductor strain gate
Displacement Transduser
Displacement Tranducers yang paling
umum dipakai industri adalah LVDT (Linear Variable Differential
Transformer). LVDT ini digunakan untuk mengendalikan level air di dalam
tangki.
Displacement Transduser menggunakan potensiometer
Sensor LVDT
Sensor
Putaran/Velocity (RPM Sensor)
Sensor ini dikenal dengan nama
Tachometer. Tachometer biasanya merupakan magnet permanen DC generator kecil.
Jika generator berotasi, akan menghasilkan tegangan DC yang proporsional langsung
terhadap kecepatan. Tachometer seringkali dipasang ke motor untuk mengindikasikan
putaran sebagai masukan pengendali (Controller). Dewasa ini dikembangkan
pengukur kecepatan sistem digital menggunakan piringan bercelah yang
disambung para poros motor. Putaran celah yang disensor menggunakan sensor cahaya
akan menghasilkan pulsa yang dapat diproses lebih lanjut oleh pengolah
digital.
BAB 3 AKTUATOR ELEKTRIK
Deskripsi dan Tujuan
Aktuator Adalah
perangkat elektromekanik yang menghasilkan daya gerakan. Dapat dibuat dari sistem motor
listrik/motor DC (permanent magnet, brushless, motor DC servo, motor DC
stepper, solenoid, dsb.), sistem pneumatic (perangkat kompresi berbasis udara atau
gas nitrogen), dan perangkat hidrolik (berbasis bahan cair seperti oli). Untuk
meningkatkan tenaga mekanik aktuator atau torsi gerakan dapat dipasang sistem
gearbox, baik system direct-gear (sistem lurus, sistem ohmic/worm-gear dsb.),
sprochet-chain (gir-rantai, gir-belt, ataupun sistem wire-roller, dsb.)
Tujuan dari
mempelajari aktuator elektrik adalah untuk dapat memahami dan implementasi
setiap alat yang mengubah energi listrik menjadi gerakan mekanis. Penggerak,
dalam pengertian listrik adalah setiap alat yang mengubah energi listrik
menjadi gerakan mekanis. Biasa digunakan sebagai proses lanjutan dari keluaran
suatu pros es olah data yang dihasilkan oleh suatu sensor atau kontroler.
Beberapa jenis aktuator berdasarkan
kategori tenaganya antara lain :
• Aktuator tenaga
elektris, biasanya digunakan solenoid, motor arus searah. Sifat mudah diatur dengan torsi kecil sampai
sedang.
• Aktuator tenaga
hidrolik. Torsi yang besar konstruksinya sukar.
• Aktuator tenaga
pneumatik. Sukar dikendalikan
• Aktuator Lainnya : piezoelectric,magnetic,ultra
sound, SMA.
Keunggulan Aktuator
Elektrik :
• Mudah dalam pengontrolan
• Mulai dari mW sampai MW
• Berkecepatan tinggi 1000 - 10000 rpm
• Banyak macamnya
• A kurasi tinggi
• Torsi ideal untuk pergerakan
• Efisiensi tinggi
Aktuator Elektrik
Relay
Relay adalah peralatan
yang dioperasikan secara elektrik yang secara mekanik akan men-switch sirkuit
elektrik. Relay merupakan bagian yang penting dalam sistem kontrol, karena
kegunaannya dalam kendali jarak jauh, dan mengendalikan listrik tegangan tinggi
dengan menggunakan listrik tegangan rendah. Ketika tegangan mengalir ke dalam
elektromagnet pada sistem kontrol relay, maka magnet akan menarik lengan logam
pada arah magnet, dengan demikian kontak terjadi. Relay bisa memiliki jenis NO
atau NC ataupun dua-duanya.
Relay
Solenoida
Solenoida adalah alat
yang digunakan untuk mengubah sinyal listrik atau arus listrik menjadi gerakan
mekanis linear. Terbentuk dar i kumparan dengan inti besi yang dapat bergerak,
besarnya gaya tarikan atau dorongan yang dihasilkan adalah ditentukan dengan
jumlah lilitan kumparan tembaga dan besar arus yang mengalir melalui kumparan.
Prinsip Kerja Solenoid
Aspek penting pada
selenoid adalah sentakan. Sentakan kecil akan dihasilkan tingkat operasi yang
tinggi, dan daya yang dibutuhkan juga lebih sedikit.
Contoh Selenoid
Motor Stepper
Stepper adalah alat
yang mengubah pulsa listrik yang diberikan menjadi gerakan rotor diskrit (tidak
kontinyu) yang disebut step (langkah). Satu putaran motor memerlukan 360 derajat
dengan jumlah langkah yang tertentu perderajatnya. Ukuran kerja dari stepper biasanya
diberikan dalam jumlah langkah per detik. Motor stepper mempunyai.
kecepatan dan torsi yang rendah namun memiliki kontrol gerakan posisi
yang cermat, hal ini dikarenakan memiliki beberapa segmen kutub kumparan.
Stepper Motor
Motor stepper banyak
digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang biasanya cukup menggunakan torsi yang
kecil, seperti untuk penggerak piringan disket atau piringan CD. Motor stepper
merupakan motor DC yang tidak memiliki komutator. Pada umumnya motor stepper
hanya mempunyai kumparan pada statornya sedangkan pada bagian rotornya
merupakan magnet permanen. Dengan model motor seperti ini maka motor stepper
dapat diatur posisinya pada posisi tertentu dan/atau berputar ke arah yang diinginkan, searah jarum jam atau
sebaliknya. Kecepatan motor stepper pada dasarnya ditentukan oleh kecepatan
pemberian data pada komutatornya. Semakin cepat data yang diberikan maka motor
stepper akan semakin cepat pula berputarnya.
Stepper motor 4 phase
Berikut ini tabel logika untuk menggerakkan
stepper motor bipolar yang dapat diterapkan pada motor
stepper merek Mitsumi 9V standar.
Gambar di bawah ini
menampilkan penggunaan driver L293D untuk dapat menggerakkan motor stepper/motor DC karena membutuhkan arus yang cukup
besar IC tersebut dapat mengendalikan 1 buah stepper motor atau 2 buah motor DC. 4 jalur output pada Untuk motor DC, cukup berikan logika high atau low di
salah satu pin dari 2 pin yang digunakan oleh tiap motor, dimana logika high
/low tesebut menentukan arah putar motor DC.
Driver L293D untuk Motor Stepper/Motor DC
Servo Motor
Servo motor banyak
digunakan sebagai aktuator pada mobile robot atau lengan robot. Servo motor
umunya terdiri dari servo continuous dan servo standar. Servo motor continuous
dapat berputar sebesar 360 derajat. Sedangkan servo motor tipe standar hanya
mampu berputar 180 derajat. Servo motor yang umum digunakan ialah Continuous
Parallax. Namun jika Anda ingin servo motor yang berkekuatan besar dan cepat, idealnya Anda
milliki servo HS-311 (continuos ) dan servo HS-322HD(standar). Untuk
menggerakkan motor servo ke kanan atau ke kiri, tergantung dari nilai delay
yang kita ber ikan. Untuk membuat servo pada posisi center, berikan pulsa
1.5ms. Untuk memutar servoke kanan, berikan pulsa <=1.3ms, dan pulsa >= 1.7ms
untuk berputar ke kiri dengan delay 20ms.Spesifikasi dari servo continuous
parallax ialah :
v Power 6vdc max
v Average Speed 60 rpm – Note : with 5 Vdc and no torque
v Weight 45.0 grams/1.59oz
v Torque 3.40 kg-cm/47oz-in
v Size mm (L x W x H) 40.5x20.0x38.0
v Size in (L x W x H) 1.60x.79x1.50
v Manual adjustment port
Motor DC adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi gerak, mempunyai prinsip dasar yang sama dengan motor stepper namun gerakannya bersifat kontinyu atau berkelanjutan. Motor DC dibagi menjadi 2 jenis yaitu ; Motor DC dengan sikat (mekanis komutasi), yaitu motor yang memiliki sikat karbon berfungsi sebagai pengubah arus pada kumparan sedemikian rupa sehingga arah tenaga putaran motor akan selalu sama. Motor DC tanpa sikat, menggunakan semi konduktor untuk merubah maupun membalik arus sehingga layaknya pulsa yang menggerakkan motor tersebut. Biasa digunakan pada sistem servo, karena mempunyai efisiensi tinggi, umur lama, tingkat kebisingan suara listrik rendah, karena putarannya halus seperti stepper namun putarannya terus menerus tanpa adanya step.
v Power 6vdc max
v Average Speed 60 rpm – Note : with 5 Vdc and no torque
v Weight 45.0 grams/1.59oz
v Torque 3.40 kg-cm/47oz-in
v Size mm (L x W x H) 40.5x20.0x38.0
v Size in (L x W x H) 1.60x.79x1.50
v Manual adjustment port
Motor DC adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi gerak, mempunyai prinsip dasar yang sama dengan motor stepper namun gerakannya bersifat kontinyu atau berkelanjutan. Motor DC dibagi menjadi 2 jenis yaitu ; Motor DC dengan sikat (mekanis komutasi), yaitu motor yang memiliki sikat karbon berfungsi sebagai pengubah arus pada kumparan sedemikian rupa sehingga arah tenaga putaran motor akan selalu sama. Motor DC tanpa sikat, menggunakan semi konduktor untuk merubah maupun membalik arus sehingga layaknya pulsa yang menggerakkan motor tersebut. Biasa digunakan pada sistem servo, karena mempunyai efisiensi tinggi, umur lama, tingkat kebisingan suara listrik rendah, karena putarannya halus seperti stepper namun putarannya terus menerus tanpa adanya step.
• Sederhana dan murah
• Mudah mengkontrol (I
= T)
• Daya mulai dari 1W
- 1kW
• Kecepatan tinggi
Kendali motor DC
• Kontrol + H-bridge
• Kontrol PWM
• Pengaturan motor dengan mengatur variasi tegangan/arus akan mengatur torsi motor/kecepatan
• Efisien
• Kontrol PID
• Kontrol + H-bridge
• Kontrol PWM
• Pengaturan motor dengan mengatur variasi tegangan/arus akan mengatur torsi motor/kecepatan
• Efisien
• Kontrol PID
Kendali motor DC menggunakan H Bridge
Motor AC
Sebuah motor AC
digerakkan oleh sebuah arus bolak-balik (AC) dan terdiri
dari dua bagian dasar
yaitu :
• Sebuah
stator yang diam memiliki lilitan (koil) yang disuplai arus AC untuk menghasilkan
medan magnet berputar, dan
• Sebuah
rotor di bagian dalam yang disambungkan ke poros keluaran yang diberi torsi
putar oleh medan magnet yang berputar.
Ada dua jenis motor
AC, tergantung pada tipe rotor yang digunakan :
- Motor sinkron (serempak), yang berputar persis sesuai dengan frekuensi yang disuplai atau sepersekian kali dari frekuansi suplainya. Medan magnet pada rotor dihasilkan dari arus yang dilalukan melalui slip ring atau sebuat magnet permanen
- Motor induksi, yang berputar sedikit lebih lambat dari frekuensi yang disuplai medan magnet pada rotor dari motor jenis ini dihasilkan dengan sebuah arus induksi.
Motor listrik dari mecin cuci yang diurai, di mana 12 lilitan dalam rumah
motor (kiri) dan sangkar rotor dengan porosnya.
Bila sumber listrik
tiga phase ada, maka pada umumnya motor induksi AC tiga phase digunakan,
khusunya untuk motor bertenaga besar. Perbedaan phase pada listrik tiga-phase
memberikan medan elektromagnetik berputar pada motor. Melalui induksti
elektromagnetik, medan magnet berputar menginduksinkan arus dalam konduktor
dari rotor, yang pada gilirannya menset sebuah counterbalancing medan harus
selalu berputar lebih lambat dari medan magnet yang berputar yang dihasilkan oleh
supplai listrik tiga phase; bila tidak, maka tidak akan dihasilkan medan
counterballance pada rotor. Motor induksi merupakan motor penggerak di industri,
dan motor dengan daya sekitar 500 kW (670 Hp) diproduksi dengan ukuran frame
berstandar tinggi. Motor bertenaga lebih besar dari 10 hingga ribuan kW, untuk
compressor pipeline, penggerak terowongan angin dan sistem konveyor. Ada dua
jenis rotor yang digunakan pada motor induksi yairu: 1) rotor sangkar (squirrel
cage rotor) dan 2) rotor belitan (wound rotor).
Rotor Sangkar
Kebanyakan motor AC
menggunakan rotor sangkar, yang sering ditemukan pada motor - motor AC untuk
keperluan rumah tangga dan industri kecil. Rotor sangkar penghubung ring sepanjang rotor. Biasanya
coran alumunium atau tembaga di antara lapisan besi dari rotor, dan biasanya
hanya ring-ring ujungnya yang nampak. Motor dengan efisiensi tinggi biasanya
menggunakan tembaga cor untuk mengurangi tahanan pada rotor. Dalam
pengoperasiannya, motor sangkar dapat dilihat sebagai sebuah transformer dengan
sebuah putaran sekunder - bila rotor tidak berputarserempak dengan medan
magnet, arus rotor yang tinggi diinduksinkan; arus rotor yang besar memagnetkan
rotor dan berinteraksi dengan medan magnet stator untuk membawa rotor pada
keserempakan dengan medan stator. Sebuah motor sangkar tanpa beban pada
kecepatan serempak akan mengkonsumsi daya listrik hanya untuk menjaga kecepatan
rotor melawan gesekan dan kehilangan tahanan. Saat beban mekanis meningkat,
sehingga ada beban elektrik, beban elektrik berhubungan erat dengan beban
mekanis. Hal ini mirip dengan sebuah transformer, di mana beban listrik primet
berhubungan dengan beban listrik sekunder.
Rotor Belitan
Bila diperlukan
kecepatan bervariasi, digunakan rotor belitan. Dalam jenis ini, rotor memiliki
jumlah kutub yang sama dengan stator dan belitannya dibut dari kawat, dihubungkan
ke slip rings pada poros. Sikat karbon menghubungkan slip ring ke sebuah
kontroller eksternal seperti sebuah resister variabel yang memungkinkan perubahan
tingkat slip motor. Dibandingkan dengan rotor sangkar, rotor belitan lebih mahal
dan memer lukan pemeliharaan dar i slip ring dan sikatnya, tetapi motor jenis
ini merupakan motor standar untuk kontrol kecepatan yang bervariasi. Saat ini,
untuk mengontrol kecepatan dapat digunakan inventer bertransistor dengan
variable frequency drive dan motor dengan rotor belitan menjadi tidak umum
digunakan. Beberapa metode untuk starting motor tiga phase dapat digunakan.
Bila arus besar dan torsi start yang tinggi dapat diijinkan, maka motor dapat
distart melalui line, dengan menggunakan tegangan penuh pada
terminal-terminalnya (Direct-on-line, DOL). Bila diperlukan pembatasan arus
start (di mana motor lebih besardibandingkan dengan kapasitas jaringan dari
supply), tegangan start dikurangi dengan induktor series, sebuah
autotransformer, thyristor, atau alat lain. Sebuah cara yang kadang-kadang
digunaka adalahkonf igurasi “Bintang-Delta” (Y D), di mana koil motor
pertama-tama dihubungkan dalam wye untuk mengkaselerasi beban, kemudian
diswitch ke delta saat beben mencapai kecepatannya. Motor jenis ini menjadi
lebih umum dalam aplikasi traksi seperti lokomotip, di mana dikenal dengan
motor traksi tak serempak. Kecepatan motor AC ditentukan dengan frekuensi dari
sumber arus AC-nya dan jumlah kutub dari belitan stator, dengan hubungan.
Kecepatan putar aktual
dari motor induksi akan lebih kecil dari perhitungan kecepatan serempak dengan
sejumlah slip, yang meningkat dengan torsi yang dihasilkan. Tanpa beban,
kecepatan akan mendekati kecepatan serempak. Bila diberi beban, motor standar
memiliki slip 2-3%, motor khusus memiliki sampai 7 % slip, dan motor torsi
memiliki 100% slip. Sebagai contoh, sebuah motor dengan empat kutub beroperasi
pada 60 Hz bisa memiliki plat nama 1725 RPM pada beban penuh, sedangkan bila
dihitung kecepatannya 1800 RPM. Motor Serempak Tiga-phase.
Bila sambungan ke lilitan
rotor dilakukan pada slip ring dan pengumpan arus medan yang terpisah untuk
menciptakan medan magnet kontinus (atau bila rotor terdiri dari sebuah magnet
permanen), hasilnya disebut motor serempak karena rotor akan berputar serempak
dengan medan putar yang dihasilkan oleh sumber arus tiga phase. Motor serempak dapat. juga
digunakan sebagai sebuah alternator.
Motor Induksi AC
Satu-phase
Pada sumber arus
satu-phase, medan magnet putar (medan putar) harus dibuat menggunakan cara lain
selain perbedaan phase (pada motor dua atau tiga phase). Beberapa cara yang
umum digunakan adalah sebagai berikut.
Motor Shaded-pole
Shaded-pole motor,
digunakan pada peralatan yang memerlukan torsi start yang kecil seperti pada
kipas listrik atau beberapa peralatan rumah lainnya. Pada motor jenis ini,
“shading coils” tembaga putaran tunggal yang kecil menciptakan medan magnet
berputar. Bagian dar i kutub dikitari oleh sebuah koil tembaga atau strap; arus
induksi pada strap berhadapan dengan perubahan dari fluks melalui koil (Hukum
Lenz), sehingga intensitas medan maksimum bergerak melintasi muka kutub pada
setiap putaran, menghasilkan sebuah medan putar berlevel rendah yang cukup besar
untuk memutar rotor dan bebannya. Rotor mempercepat torsi mencapai level penuh
saat medan magnet utama berputar relatip terhadap rotor putar.
Motor Induksi
Split-phase
Jenis lain dari motor
AC satu phase adalah split-phase induction motor, yang umum digunakan pada
peralatan seperti mesin cuci. Dibandingkan dengan motor shaded-pole,
motor-motor tersebut dapat menghasilkan torsi start yang lebih tinggi
menggunakan sebuah lilitan start yang khusus sebagai pengganti sebuah switch
sentrifugal. Pada motor split-phase, lilitan start didesain dengan sebuah
tanahan yang lebih tinggi dari lilitan putar. Hal ini menciptakan sebuah
rangkaian LR yang sedikit menggeser phase dari arus di lilitan start. Saat
motor distart, lilitan start dihubungkan ke sumber daya via satu set kontak
beban-pegas yang ditekan oleh swtich sentrifugal yang belum berputar. Lilitan
start dibelit dengan lilitan yang lebih sedikit dengan kawat yang lebih kecil
dari lilitan utama, sehingga memliki induktansi (L) lebih kecil dan resistance
(R) lebih tinggi. Rasio L/R yang lebih rendah menghasilkan sebuah geseran phase
yang kecil, tidak lebih dari 30 o, di antara fluks akibat lilitan utama dan
fluks dari lilitan start. A rah putaran dapat dengan mudah dipindahkan dengan
menukar hubungan-hubungan dari lililitan strat relatip terhadap lilitan putar.
Phase dari medan magnet pada lilitan start ini digeser dari phase daya utama,
mengakibatkan medan putar yang menstart motor. Sekali motor mencapai kecepatan
operasi yang didesain, switch sentrifugal aktif, membuka kontak dan memutus hubungan lilitan satart dari sumber
daya. Motor kemudian beroperasi dengan lilitan putar.
Motor dengan start
Kapasitor
Pada sebuah motor
dengan start kapasitor, sebuah kapasitor start dimasukkan dalam seri dengan lilitan
start, menciptakan sebuah rangkaian LC yang dapat memberikan pergeseran phase
yang lebih besar, dan torsi start yang lebih tinggi.
BAB 4 SISTEM MEKANIK
Tujuan dan Deskripsi
Singkat
Tujuan dari
mempelajari sistem mekanik adalah untuk dapat memahami sistem transmisi,
kinematika dan hidrolika.
Mekanika mempelajari
keadaan gerak dari suatu sistem fisis (benda). Mekanika dapat dipecah menjadi
dua berdasarkan ada atau tidaknya gaya yang bekerja pada sistem yaitu :
Kinematika dan Dinamika. Besar-besaran fisis yang menggambarkan keadaan gerak
dari suatu benda (partikel, sistem partikel) secara umum dapat diwakili oleh
koordinat posisi, kecepatan, percepatan, momentum dan lain-lain. Lebih lanjut
formulasi persamaan gerak dalam sistem gerak dapat ditelaah berdasarkan
mekanika Newtonian, Mekanika Lagrangian atau Mekanika Hamiltonian. Dalam hal
ini akan membahas transmisi, kinematika dan hidrolika.
Transmisi Mekanik
Sistem transmisi,
dalam otomotif, adalah sistem yang menjadi penghantar energi dari mesin ke
diferensial dan as. Dengan memutar as, roda dapat berputar dan menggerakkan
mobil.
Sistem Transmisi
Transmisi diperlukan
karena mesin pembakaran yang umumnya digunakan dalam mobil merupakan mesin
pembakaran internal yang menghasilkan
putaran (rotasi) antara 600 sampai 6000 rpm. Sedangkan, roda berputar
antara 0 sampai 2500 rpm.
Sekarang ini, terdapat
dua sistem transmisi yang umum, yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis.
Terdapat juga sistem-sistem transmisi yang merupakan gabungan antara kedua
sistem tersebut, namun ini merupakan perkembangan terakhir yang baru dapat ditemukan
pada mobil-mobil berteknologi tinggi. Transmisi manual merupakan salah satu
jenis transmisi yang banyak dipergunakan dengan alasan perawatan yang lebih
mudah. Biasanya pada transimi manual terdiri dari 3 sampai dengan 7 speed.
Transmisi semi otomatis adalah transmisi yang dapat membuat kita dapat
merasakan system transmisi manual atau
otomatis, bila kita sedang menggunakan sistem transmisi manual kita tidak perlu
menginjak pedal kopling karena pada sistem transmisi ini pedal kopling sudah
teratur sebagai kopling otomatis dan dapat memperbesar momen mesin. Sedangkan
Torque converter secara otomatis. Transmisi otomatis terdiri dari 3 bagian
utama, yaitu : Torque converter, Planetary gear unit, dan Hydraulic control
unit. Torque converter berfungsi terdiri dari Pump impeller, Turbine runner,
dan Stator. Stator terletak diantara impeller dan turbine. Torque converter
diisi dengan ATF (Automatic Transmition Fluid). Momen mesin dipindahkan dengan
adanya aliran fluida.
Fungsi Transmisi Manual
- Merubah dan mengatur Moment putar dan putaran pada roda penggerak sesuai dengan kebutuhan (posisi 1, 2, 3 ……… n)
- Memungkinkan kendaraan berhenti meskipun mesin dalam keadaan hidup (Posisi Netral)
- Memungkinkan kendaraan berjalan mundur (posisi R / mundur)
Prinsip Kerja Transmisi
Lengan pengaturan
moment putar dan putaran didasarkan pada prinsip lengan ungkit, seperti yang
digambarkan dibawah ini, dengan lengan pengungkit yang panjang memungkinkan
pemindahan beban yang berat dengan tenaga yang kecil.
Mekanisme pengungkit
Roda gigi
Pengaturan Moment putar dan putaran
didasarkan pada prinsip kerja pasangan roda gigi, seperti yang digambarkan dibawah ini.
Roda Gigi
Pada Roda gigi kecil :
- Putaran cepat
- Momen putar kecil
Pada Roda gigi besar :
- Putaran lambat
- Momen putar besar
Bagian-bagian Utama
Transmisi
Contoh : Transmisi Biasa dengan Roda
Gigi Geser
1. Poros kopling/Poros input 4. Garpu pemindah
2. Poros utama/Poros output 5. Roda gigi balik
(mundur) /
3. Poros bantu/Counter Gear Reverse Gear
Kinematika
Kinematika adalah
cabang dari mekanika yang membahas gerakan benda tanpa mempersoalkan gaya
dinamika, yang mempersoalkan gaya yang mempengaruhi gerakan. penyebab gerakan.
Hal terakhir ini berbeda dari dinamika, yang mempersoalkan gaya yang
dipengaruhi oleh gerakan. Setiap hari kita selalu melihat sepeda motor, mobil,
pesawat atau kendaraan beroda lainnya. Apa yang terjadi seandainya kendaraan tersebut
tidak mempunyai roda? yang pasti kendaraan tersebut tidak akan bergerak. Sepeda
motor atau mobil dapat berpindah tempat dengan mudah karena rodanya berputar,
demikian juga pesawat terbang tidak akan lepas landas jika terdapat kerusakan
fungsi roda. Putaran roda merupakan salah satu contoh gerak melingkar yang
selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari, walaupun sering luput dari
perhatian kita. Permainan gasing merupakan contoh lainnya. Sangat banyak
gerakan benda yang berbentuk melingkar yang dapat kita amati dalam kehidupan
sehari-hari, termasuk gerakan mobil/sepeda motor pada tikungan jalan, gerakan
planet kesayangan kita (bumi), planet-planet lainnya, satelit, bintang dan
benda angkasa yang lain. Setiap benda yang bergerak membentuk suatu lingkaran
dikatakan melakukan gerakan melingkar. Sebelum membahas lebih jauh mengenai
gerak melingkar, terlebih dahulu kita pelajari besaran-besaran fisis dalam
gerak melingkar.
Besaran-Besaran Fisis
dalam Gerak Melingkar (Perpindahan Sudut, Kecepatan sudut dan Percepatan Sudut)
Dalam gerak lurus kita mengenal tiga besaran utama yaitu perpindahan (linear),
kecepatan (linear) dan Percepatan (linear). Gerak melingkar juga memiliki tiga
komponen tersebut, yaitu perpindahan sudut, kecepatan sudut dan percepatan sudut.
Pada gerak lurus kita juga mengenal Gerak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus
Berubah Beraturan. Dalam gerak melingkar juga terdapat Gerak Melingkar
Beraturan (GMB) dan Gerak Melingkar Berubah Beraturan dan Gerak Melingkar
Berubah Beraturan (GMBB). Selengkapnya akan kita bahas satu persatu. Sekarang
mari kita berkenalandengan besaran-besaran dalam gerak melingkar dan melihat hubungannya
dengan besaran fisis gerak lurus. Pada Benda yang Bergerak Melingkar Beraturan
Dari modul ”Kinematika Gerak Lurus” Anda telah mempelajari bahwa benda yang
bergerak melingkar beraturan memilki percepatan sentripetal (as) yang besarnya
:
Dimana :
V = kecepatan linier
ω = kecepatan sudut (dibaca omega)
R = jari-jar i lintasan
Untuk mengingatkan, Anda perhatikan
gambar berikut ini :
Perubahan kecepatan pada benda GMB menuju pusat lintasan.
Sesuai dengan Hukum II Newton,
percepatan sentripetal as disebabkan oleh gaya yang searah dengan as. Gaya ini
dinamakan gaya sentripetal (Fs). Jadi :
di mana SF = Fs adalah gaya sentripetal
dapat ditulis bahwa :
Dari persamaan ini nampak bahwa
besarnya gaya sentripetal bergantung pada :
a) m = massa benda (kg)
b) V = kecepatan linier (m/s)
c) ω = kecepatan sudut (rad/s)
d) R = jari-jari lintasan (m)
Gaya sentripetal, Fs
berperan mempertahankan benda bergerak melingkar beraturan agar tetap pada
lintasannya.
Perpindahan Sudut
Mari kita tinjau
sebuah contoh gerak melingkar, misalnya gerak roda kendaraan yang berputar.
Ketika roda berputar, tampak bahwa selain poros alias pusat roda, bagian lain
roda lain selalu berpindah terhadap pusat roda sebagai kerangka acuan.
Perpindahan pada gerak melingkar disebut perpindahan sudut. Bagaimana caranya kita
mengukur perpindahan sudut?
Ada tiga cara
menghitung sudut. Cara pertama adalah menghitung sudut dalam derajat (°). Satu
lingkaran penuh sama dengan 360°. Cara kedua adalah mengukur sudut dalam
putaran. Satu lingkaran penuh sama dengan satu putaran.
Dengan demikian, satu
putaran = 360°. Cara ketiga adalah dengan radian. Radian adalah satuan Sistem
Internasional (SI) untuk perpindahan sudut, sehingga satuan ini akan sering
kita gunakan dalam perhitungan. Bagaimana mengukur sudut dengan radian ? Mari
kita amati gambar di bawah ini.
Nilai radian dalam
sudut adalah perbandingan antara jarak linear x dengan jari- jari roda r. Jadi,
Perhatikan bahwa satu
putaran sama dengan keliling lingkaran, sehingga dari persamaan di atas,
diperoleh :
Berikut ini konversi sudut
yang perlu anda ketahui :
Derajat, putaran dan
radian adalah besaran yang tidak memiliki dimensi. Jadi, jika ketiga satuan ini
terlibat dalam suatu perhitungan, ketiganya tidak mengubah satuan yang lain.
Kecepatan Sudut
Dalam gerak lurus,
kecepatan gerak benda umumnya dinyatakan dengan satuan km/jam atau m/s. Telah kita
ketahui bahwa tiap bagian yang berbeda pada benda yang melakukan gerak lurus
memiliki kecepatan yang sama, misalnya bagian depan mobil mempunyai kecepatan
yang sama dengan bagian belakang mobil yang bergerak lurus.
Dalam gerak melingkar,
bagian yang berbeda memiliki kecepatan yang berbeda. Misalnyagerak roda yang
berputar. Bagian roda yang dekat dengan poros bergerak dengan kecepatan linear
yang lebih kecil, sedangkan bagian yang jauh dari poros alias pusat roda
bergerak dengan kecepatan linear yang lebih besar. Oleh karena itu, bila kita
menyatakanroda bergerak melingkar dengan kelajuan 10 m/s maka hal tersebut
tidak bermakna, tetapi kita bisa mengatakan tepi roda bergerak dengan kelajuan
10 m/s. Pada gerak melingkar, kelajuan rotasi benda dinyatakan dengan putaran
per menit (biasa disingkat rpm - rotation per minute). Kelajuan yang dinyatakan
dengan satuan rpm adalah kelajuan sudut. Dalam gerak melingkar, kita juga dapat
menyatakan arah putaran. Misalnya kita menggunakan arah putaran jarum jam
sebagai patokan. Oleh karena itu, kita dapat menyatakan kecepatan sudut, dimana
selain menyatakan kelajuan sudut, juga menyatakan arahnya (ingat perbedaan kelajuan
dan kecepatan, mengenai hal ini sudah diterangkan pada pokok bahasan kinematika).
Jika kecepatan pada gerak lurus disebut kecepatan linear (benda bergerak pada
lintasan lurus), maka kecepatan pada gerak melingkar disebut kecepatan sudut,
karena benda bergerak melalui sudut tertentu. Terdapat dua jenis kecepatan pada
Gerak Lurus, yakni kecepatan rata-rata dan kecepatan sesaat. Kita dapat
mengetahui kecepatan rata-rata pada Gerak Lurus dengan membandingkan besarnya
perpindahan yang ditempuh oleh benda dan waktu yang dibutuhkan benda untuk
bergerak. Pada gerak melingkar, kita dapat menghitung kecepatan sudut rata-rata
dengan membandingkan perpindahan sudut dengan selang waktu yang dibutuhkan
ketika benda berputar. Secara matematis kita tulis :
Kecepatan
sudut rata-rata = perpindahan sudut/selang waktu :
Bagaimana dengan
kecepatan sudut sesaat? Kecepatan sudut sesaat kita diperoleh dengan
membandingkan perpindahan sudut dengan selang waktu yang sangat singkat. Secara
matematis kita tulis :
Contoh persoalan
hubungan roda-roda
Perhatikan gambar tiga roda yang di
hubungan sebagai berikut :
Jika Rc = 4 cm, Rb = 6 cm dan Ra = 8
cm, dan kecepatan sudut roda b = 8 rad/s.
Tentukan :
1. hubungan masing-masing roda
2. kecepatan sudut roda a dan
3. kelajuan linier roda c
Pembahasan :
Diketahui :
Ra = 4 cm = 4x10-2 m
Rb = 6 cm = 6x10-2 m
Rc = 8 cm = 8x10-2 m
ωb = 8 rad/s
Ditanyakan :
1. Hubungan roda-roda
2. ωa
3. vc
Jawab :
1. -
Roda a sepusat dengan roda c
- Roda a dan roda b
dihubungkan dengan sabuk/tali
2. va = vb
ωa.Ra = ωc.Rc
ωa (4x10-2) = 8 (6x10-2)
ωa = 12 rad/s.
3. ωa = ωc
vc = ωa.Rc
vc = 12 (8x10-2)
vc = 0,96 m/s
Pneumatik
Pneumatik berasal dari
bahasa Yunani “pneuma” yang berarti tiupan atau hembusan. Sistem pneumatik itu
sendiri mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan yang dipengaruhi terutama
oleh s ifat udara terkompresi sebagai penggeraknya. Sifat-sifat udara yang mempengaruhi
sifat-sifat pengontrolan sistem pneumatik antara lain :
- Udara tidak mempunyai bentuk khusus.
Bentuknya selalu sesuai dengan
tempatnya/wadahnya.
- Dapat dimampatkan /kompresible.
- Memenuhi semua ruang dengan sama
rata.
- Dapat dikontrol baik laju alirannya
maupun tekanan dan gaya yang bekerja.
Keuntungan dan
Kerugian Udara Bertekanan
Udara bertekanan
memiliki banyak sekali keuntungan, tetapi dengan sendirinya juga terdapat
segi-segi yang merugikan atau pembatasan-pembatasan pada penggunaannya. Hal-hal
yang menguntungkan dari pneumatik pada mekanisasi yang sesuai dengan tujuan
sudah diakui oleh cabang-cabang industri yang lebih banyak lagi. Pneumatik
mulai digunakan untuk pengendalian maupun penggerakan mesinmesin dan alat-alat.
Komponen sistem
pneumatik
Kompresor
digunakan untuk menghisap udara di atmosfer dan menyimpannya kedalam tangki
penampung atau receiver. Kondisi udara dalam atmosfer dipengaruhi oleh
suhu dan tekanan. Kompressor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas.
Secara umum biasanya mengisap udara dari atmosfer, yang secara fisika merupakan
campuran beberapa gas dengan susunan 78% Nitrogren, 21% Oksigen dan 1%
Campuran Argon, Carbon Dioksida, Uap Air, Minyak, dan lainnya. Namun ada juga
kompressor yang mengisap udara/ gas dengan tekanan lebih tinggi dari tekanan
atmosfer dan biasa disebut penguat (booster). Sebaliknya ada pula
kompressor yang menghisap udara/ gas bertekanan lebih rendah dari
tekanan atmosfer dan biasanya disebut pompa vakum.
Jika suatu gas/ udara didalam sebuah ruangan tertutup diperkecil volumenya,
maka gas/ udara tersebut akan mengalami kompresi. Kompressor yang menggunakan
azas ini disebut kompressor jenis displacement.
Disini digunakan torak
yang bergerak bolak balik oleh sebuah penggerak mula (prime mover) didalam
sebuah silinder untuk menghisap, menekan dan mengeluarkan udara secara
berulang-ulang. Dalam hal ini udara tidak boleh bocor melalui celah antara
dinding torak dengan dinding silinder yang saling bergesekan. Untuk itu digunakan
cincin torak sebagai perapat.
Kompresi Fluida
Jika torak ditarik
keatas, tekanan dalam silinder dibawah torak akan menjadi negatif (kecil dari tekanan
atmosfer) sehingga udara akan masuk melalui celah katup isap. Kemudian bila
torak ditekan kebawah, volume udara yang terkurung dibawahtorak akan mengecil
sehingga tekanan akan naik.
Berdasarkan prinsip
kerjanya, kompressor terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Displacement (torak) seperti
dijelaskan diatas dan Dynamic (rotary) yang mengalirkan udara melalui putaran
sudut berkecepatan tinggi.
Kompresi Udara
Proses kompresi udara
yang terjadi pada kompressor torak dapat dijelaskan dengan menggunakan
pendekatan seperti terlihat pada gambar di bawah. Torak memulai langkah
kompresinya pada titik (1) diagram P-V, kemudian bergerak ke kiri dan udara
dimampatkan hingga tekanan naik ke titik (2). Pada titik ini tekanan dalam
silinder mencapai harga tekanan Pd yang lebih tinggi dari pada tekanan dalam
pipa keluar (atau tangki tekan) sehingga katup keluar pada kepala silinder akan
terbuka. Jika torak terus bergerak ke kiri, udara akan didorong keluar silinder
pada tekanan tetap sebesar Pd. Di titik (3) torak mencapai titik mati atas,
yaitu titik akhir gerakan torak pada langkah kompresi dan pengeluaran.
Diagram P-V dari Kompressor
Kondensasi Uap Air
Udara yang dihisap dan
dimampatkan didalam kompressor akan mengandung uap air dalam jumlah cukup
besar. Jika uap ini didinginkan udara yang keluar dari kompressor maka uap akan
mengembun menjadi air. Air ini akan terbawa ke mesin/peralatan yang menggunakannya
dan mengakibatkan gangguan pada pelumasan, korosi dan peristiwa water hammer
pada piping system. Aftercooler adalah heatexchanger yang berguna untuk
mendinginkan udara/ gas keluaran kompresor untuk membuang uap air yang tidak
diinginkan sebelum dikirim ke alat lain. Uap air dipisahkan dari udara dengan
cara pendinginan dengan air atau oli pendingin. Sumber Ingersoll-Rand. Dapat
dilihat pada gambar dibawah ini :
Aftercooler Kompressor Multi Stage
Condensate Drain Valve
Condensate drain valve
ialah bagian dari kompressor yang berfungsi membuang kondensat (uap air) yang
terjadi saat kompressor bekerja dengan mengambil udara dari luar, sehingga udara
yang masuk ke dalam sistem udara tekan menjadi bersih dan tidak menimbulkan
adanya endapan air. Manfaat lainnya pada sistem hidrolik adalah :
- Oli tetap bersih karena kontaminasi dari air telah dibuang melalui Condensate Drain Valve.
- Fungsi dari Oil and Water Trap adalah sebagai pemisah oli dan air dari udarayang masuk dari kompresor. Jumlah air persentasenya sangat kecil dalam udara yang masuk kedalam sistem Pneumatik, tetapi dapat menjadi penyebab serius dari tidak berfungsinya sistem.
- Fungsi unit ini adalah sebagai pemisah kimia untuk memisahkan sisa uap lembab yang mana boleh jadi tertinggal waktu udara melewati unit Oil and Water Trap.
- Setelah udara yang dikompresi melewati unit Oil and Water Trap dan unit Dehydrator, akhirnya udara yang dikompresi akan melewati Filter untuk memisahkan udara dar i kemungkinan adanya debu dan kotoran yang mana mungkin tedapat dalam udara.
- Sistem tekanan udara siap masuk pada tekanan tinggi menambah tekanan pada bilik dan mendesak beban pada piston.
- Restrictor adalah tipe dari pengontrol klep yang digunakan dalam sistem Pneumatik, Restrictor yang biasa digunakan ada dua (2) tipe, yaitu tipe Orifice dan Variable Restrictor.
Perawatan sistem
Pneumatik terdiri dari memperbaiki, mencari gangguan, pembersihan dan pemasangan
komponen dan uji coba pengoperasian. Tindakan pencegahan untuk menjaga udara
dalam sistem selalu terjaga kebersihannya. Saringan dalam komponen harus selalu
dibersihkan dari partikel-partikel metal yang mana hal tersebut dapat
menyebabkan keausan pada komponen Setiap memasang komponen Pneumatik harus
dijaga kebersihannya dan diproteksi dengan pita penutup atau penutup debu
dengan segera setelah pembersihan. Memastikan ketika memasang kembali komponen
tidak ada partikel metal yang masuk kedalam sistem. Sangat penting mencegah masuknya air, karena
dapat menjadi penyebab sistem tidak dapat member ikan tekanan. Operasi dalam
temperatur rendah, walaupun terdapat jumlah air yang sangat kecil dapat menjadi
penyebab serius tidak berfungsinya sistem. Setiap tahap perawatan harus
memperhatikan masuknya air kedalam sistem. Kebocoran bagian dalam komponen,
selama kebocoran pada O-Ring atau posisinya, yang mana ketika pemasangan tidak
sempurna atau tergores oleh partikel metal atau sudah batas pemakaian.
Sistem Hidrolik
Bertahun-tahun lalu
manusia telah menemukan kekuatan dari perpindahan air, meskipun mereka tidak
mengetahui hal tersebut merupakan prinsip hidrolik. Sejak pertama digunakan
prinsip ini, mereka terus menerus mengaplikasikan prinsip ini untuk banyak hal
untuk kemajuan dan kemudahan umat manusia. Hidrolik adalah ilmu pergerakan
fluida, tidak terbatas hanya pada fluida air. Jarang dalam keseharian kita
tidak menggunakan prinsip hidrolik, tiap kali kita minum air, tiap kali kita menginjak
rem kita mengaplikasikan prinsip hidrolik. Sistem hidrolik banyak memiliki
keuntungan. Sebagai sumber kekuatan
untuk banyak variasi pengoperasian. Keuntungan sistem hidrolik antara lain :
- Ringan
- Mudah dalam
pemasangan
- Sedikit perawatan
- Sistem hidrolik
hampir 100 % efisien, bukan berarti mengabaikan terjadinya gesekan fluida
Untuk mengerti prinsip
hidrolik kita harus mengetahui perhitungan dan beberapa hukum yang
berhubungan dengan prinsip hidrolik.
- Area adalah ukuran permukaan ( in2, m2)
- Force adalah jumlah dorongan atau tarikan pada objek (lb, kg)
- Unit pressure adalah jumlah kerkuatan dalam satu unit area (lb/in2, Psi)
- Stroke (panjang) adalah diukur berdasarkan jarak pergerakan pistin dalam silinder (in, m)
- Volume diukur berdasarkan jumlah dalam in3, m3 yang dihitung berdasarkan jumlah f luida dalam reservoir atau dalam pompa atau pergerakan silinder.
Fluida yang digunakan
dalam bentuk liquid atau gas. Fluida yang digunakan dalam system hidrolik
umumnya oli. Suatu aliran didalam silinder yang dilengkapi dengan sebuah
penghisap yang mana kita dapat memakaikan sebuah tekanan luar po tekanan p
disuatu titik P yang sebarang sejarak h dibawah permukaan yang sebelah atas
dari cairan tersebut diberikan oleh persamaan. Prinsip Pascal, tekanan yang
dipakaikan kepada suatu fluida tertutup diteruskan tanpa berkurang besarnya
kepada setiap bagian fluida dan dinding-dinding yang berisi fluida tersebut.
Hasil ini adalah suatu konsekuensi yang perlu dari hukum - hukum mekanika
fluida, dan bukan merupakan sebuah prinsip bebas.
Komponen Sistem
Hidrolik
Motor hidrolik
berfungsi untuk mengubah energi tekanan cairan hidrolik menjadi energi mekanik.
Pompa umumnya digunakan untuk memindahkan sejumlah volume cairan yang digunakan
agar suatu cairan tersebut memiliki bentuk energi. Katup pada sistem dibedakan
atas fungsi, disain dan cara kerja katup Pompa hidrolik berfungsi untuk
mentransfer energi mekanik menjadi energi hidrolik. Pompa hidrolik bekerja
dengan cara menghisap oli dari tangki hidrolik dan mendorongnya kedalamsistem
hidrolik dalam bentuk aliran (flow).
Pompa Hidrolik
Aliran ini yang
dimanfaatkan dengan cara merubahnya menjadi tekanan. Tekanan dihasilkan dengan
cara menghambat aliran oli dalam sistem hidrolik. Hambatan ini dapat
disebabkan oleh orifice, silinder, motor
hidrolik, dan aktuator. Pompa hidrolik yang biasa digunakan ada dua macam yaitu
Positive dan Nonpositive Displacement Pump.
Skema Motor Hidrolik
Cara Memanfaatkan
Tenaga Pada Sistem hidrolik
Ada dua macam
peralatan yang biasanya digunakan dalam merubah energi hidrolik menjad energi
mekanik yaitu motor hidrolik dan aktuator. Motor hidrolik mentransfer energi
hidrolik menjadi energi mekanik dengan cara memanfaatkan aliran oli dalam
sistem merubahnya menjadi energi putaran yang dimanfaatkan untuk menggerakan
roda, transmisi, pompa dll. Perawatan dari sistem hidrolik, memerlukan
penggunaan fluida hidrolik yang layak, pemilihan tube dan seal yang layak. Dan
kita harus dapat mengetahui bagaimana pengecekan untuk kebersihannya yang
layak.
Perbaikan pada sistem hidrolik,
adanya satu prosedur perawatan dilakukan pada mekanik hidrolik. Sebelum
perbaikan dimulai, spesifikasi tipe fluida harus diketahui warna dari fluida
pada sistem dapat juga digunakan sebagai penentu dari tipe fluida. Perawatan
efektif dari sistem hidrolik yang diperlukan adalah melihat kelayakan seal,
tube, selang yang digunakan. Untuk sistem hidrolik (3000 psi) digunakan tube
stainless steel, dan untuk sistem hidrolik tekanan rendah dapat digunakan tube
dari alumunium alloy.
BAB 5 PENGENDALIAN BERBASIS MIKROPROSESOR
Tujuan dan Deskripsi
Singkat
Tujuan dari
mempelajari pengendalian berbasis mikroprosessor adalah untuk dapat memahami internal
hardware design (architecture)
Gambaran atau Features
dari sebuah Mikroprosesor dapat dipelajari dengan baik melalui pemahaman dan
pengkajian Internal Hardware Design, yang disebut juga dengan istilah
Architecture. Internal Hardware design berkaitan dengan masalah-masalah Jenis,
Jumlah, dan Ukuran Register serta komponen lainnya. Sedangkan untuk dapat
menginstalasikan sebuah mikroprosesor dengan komponen lainnya seperti RA M,
ROM, dan I/O sebagai komponen utama dan rangkaian Clock, Reset, Buffer, dan
lain-lain sebagai komponen pendukung diperlukan pemahaman sistem bus yang
dimiliki oleh setiap mikroprosesor.
Arsitektur
Mikroprosesor
Ada tiga jenis arsitektur Mikroprosesor
:
1. Arsitektur I/O
Terisolasi
Mikroprosesor dengan
arsitektur I/O Terisolasi menggunakan desain pengalamatan atau pemetaan I/O
terpisah atau terisolasi dengan pengalamatan atau pemetaan memori. Pengalamatan
I/O menggunakan sebagian dari jumlah saluran alamat (Address Buss) sedangkan
pengalamatan memori menggunakan semua saluran alamat (Address Buss). Metode I/O
terisolasi menggunakan akumulator pada CPU untuk menerima informasi dari I/O
atau mengeluarkan informasi ke bus I/O selama operasi Input Output. Tidak ada register
lain selain akumulator yang terpakai untuk akses I/O. Metode I/O Terisolasi
disebut juga dengan I/O akumulator.
Konsep ini memiliki
pengaruh penting pada program computer yaitu :
- Instruksi yang digunakan hanya dua kode operasi yaitu IN dan OUT
- Informasi/data yang ada pada akumulator harus dialihkan pada suatu lokasi penyimpanan sementara sebelum ada operasi I/O berikutnya
- Perlu ada tambahan instruksi pada program pengalihan data/informasi pada akumulator.
Keuntungan metode I/O
terisolasi :
- Komputer dapat mengalihkan informasi/data ke atau dari CPU tanpa menggunakan memori. Alamat atau lokasi memori untuk rangkaian memori buka untuk operasi I/O
- Lokasi memori tidak terkurangi oleh sel-sel I/O Instruksi I/O lebih pendeksehingga dapat dengan mudah dibedakan dari instruksi memori
- Pengalamatan I/O menjadi lebih pendek dan perangkat keras untuk pengkodean alamat lebih sederhana.
Kerugian metode I/O
terisolasi :
Lebih
banyak menggunakan penyemat pengendalian pada Mikroprosesornya. Mikroprosesor buatan
Intel dan Mikroprosesor buatan Zilog menggunakan arsitektur I/O Terisolasi.
2. Arsitektur I/O Terpetakan dalam Memori
Mikroprosesor dengan
arsitektur I/O terpetakan dalam memori menyatukan sel-sel I/O dalam
pengalamatan yang bersama dengan sel-sel memori. I/O yang terpetakan dalam
memori menunjukkan penggunaan instruksi tipe memori untuk mengakses alat-alat
I/O. I/O yang dipetakan dalam memori memungkinkan CPU menggunakan instruksi
yang sama untuk alih memori seperti yang digunakan untuk alih I/O. Sebuah pintu
I/O diperlakukan seperti sebuah lokasi memori. Keuntungan sistem ini adalah
instruksi yang dipakai untuk pembacaan dan penulisan memori dapat digunakan
untuk memasukkan dan mengeluarkan data pada I/O. Kerugiannya pertama tiap satu
pintu I/O mengurangi satu lokasi memor i yang tersedia. Kedua alamat lokasi I/O
memerlukan 16 bit saluran. Ketiga instruksi I/O yang dipetakan dalam memori lebih
lama dari instruksi I/O terisolasi.
3. Arsitektur Harvard
Arsitektur Harvard
menggunakan disain yang hampir sama dengan arsitektur I/O terisolasi.
Perbedaannya pada arsitektur harvard antara memori program dan memori data
dipisahkan atau diisolasi. Pemisahan antara memori program dan memori data
menggunakan perintah akses memori yang berbeda. Harvard arsitektur ditinjau
dari kemampuan jumlah memori lebih menguntungkan.
Kemasan Mikroprosesor
Ada empat jenis bentuk kemasan Mikroprosesor
:
- PDIP : Pastic Dual Inline Package
- PLCC : Plastic J-Lieded Chip Carrier
- TQFP : Plastic Gull Wing Quad Flat Package
- SOIC : Plastic Gull-wing Small Outline.
Susunan dan Konfigurasi Pin Z-80 CPU
Keterangan Gambar
diatas adalah sebagai berikut :
- Mikroprosesor 8 bit dengan arsitektur I/O Terisolasi
- 16 bit Address Bus dengan kemampuan: pengalamatan memori 64 Kbyte Pengalamatan I/O 256 byte
- 148 instruksi
- 8 buah Register 8 bit sebagai Regiter utama, buah register 8 bit sebagai Register alternatif, 4 buah Register 16 bit, 2 buah Register 8 bit fungsi khusus.
- Frekuensi Clock 2,5 MHz - 4 Mhz
- Komsumsi Daya: Aktif 150 mA
- Kemasan PDIP
Kendali CPU
menjalankan fungsi-fungsi sebagai berikut :
- M1* (Machine Cycle One: satu siklus mesin) merupakan pin keluaran aktre jika CPU sedang mengambil sandi operasi instruksi dari memori. Pada saat ini bus alamat berisi alamat memori seperti data yang ada pada Register PC, dan data bus mengarah masuk.
- MREQ* (Memori Request: pesan memori) merupakan pin Keluaran aktif rendah pada waktu saluran alamat berisi alamat memor i
- IORQ* (Input Output Request: pesan Input Output) Keluaran aktif rendah pada waktu saluran alamat A0 s/d A7 berisi alamat I/O
- RD* (Read: Baca) Keluaran aktif rendah pada waktu CPU melakukan operasi baca/memasukkan data
- WR* (Write: Tulis) Keluaran aktif rendah pada waktu CPU melakukan operasi tulis/mengeluarkan data
- RFSH* (Refresh: Penyegaran) Keluaran aktif rendah jika CP mengeluarkan alamatmemori untuk menyegarkan memori mekanik
- HALT* Keluaran aktif rendah pada saat CPU melaksanakan instruksi Halt/berhenti
- WAIT* Masukan dibuat aktif rendah oleh alat luar yang menyela kerja CPU
- INT* (Interrupt: interupsi) Masukan aktif rendah jika ada luar yangmeminta layanan interupsi
- NMI* (Non Mascable Interrupt: interupsi yang tidak bisa dihalang) Masukan aktif rendah jika ada selaan yang yang tak dapat dihalangi
- RESET* Masukan dibuat aktif rendah oleh alat luar untuk membuat CPU ada dalam keadaan awal
- BUSRQ* (Buss Request: pesan bus) Sinyal masukan yang dibuat aktif rendah jika ada alat luar yang meminjam bus sistem
- BUSAK* (Bus A kcnowledge) Keluaran aktif rendah yang menandakan CPU mengijinkan peminjaman bus sistem.
Z-80 CPU dalam
mengendalikan sistem menggunakan enam pin kendali dan empat diantaranya
digunakan untuk berkomunikasi dengan Memori dan I/O. Cara berkomunikasinya
menggunakan status bit seperti tabel berikut :
Komponen utama sebuah
sistem Mikroprosesor tersusun dari lima unit pokok : unit mikroprosesor atau
Microprocessor Unit ( MPU) atau CPU, unit memori baca atau Read Only Memory
(ROM), unit memori baca tulis atau Read Write Memory(RWM), unit masukan
keluaran terprogram atau Programmable Input Output (PIO) dan unit detak/Clock.
Blok Diagram Sistem Mikroprosesor
MPU adalah sebuah CPU
yang tersusun dari tiga bagian pokok yaitu :
- Control Unit (CU)
- Arithmetic Logic Unit (ALU)
- Register Unit (RU)
Sebagai CPU, MPU
bekerja dan melakukan fungsi dasar yaitu fungsi Logika dan Aritmetika. Fungsi
Logika antara lain fungsi AND, OR, XOR, CPL, dan NEG. Sedangkan fungsi Aritmetika
antara lain: ADD, SUB, ADC, SBC, INC dan DEC. Disamping fungsi pengolahan
Aritmetika dan Logika MPU juga melakukan fungsi pengalihan data dengan
menggunakan perintah MOV, atau LOAD, EXCHANGE, PUSH, dan POP. Untuk menyimpan
program dan data yang digunakan pada system Mikroprosesor harus dilengkapi
dengan Memori. Jadi memori mutlak diperlukan dalam Sistim Mikroprosesor. Tanpa
ada memori Sistim Mikroprosesor tidak dapat bekerja terutama memori program
dalam ROM. I/O unit dipersiapkan untuk menghubungkan MPU dengan alat-alat
inputoutput luar seperti Keyboard, Monitor, Printer, Mouse, dan sebagainya.
Sistem Bus
Mikroprosesor
berkomunikasi dengan unit memori, unit I/O menggunakan saluran yang disebut
dengan BUSS. Setiap Mikroprosesor dilengkapi dengan tiga bus sebagai berikut :
Alih data diantara MPU
dengan komponen luar berlangsung pada Bus Data. Mikroprosesor standar memiliki
saluran bus data 8 bit dua arah artinya alih data atau informasi berlangsung
pada 8 saluran paralel dari MPU ke unit lain diluar MPU atau dari unit lain di
luar ke MPU. Untuk menetapkan kemana data itu dikirim atau dari mana data itu
diambil digunakan bus alamat. Bus alamat bertugas menetapkan dan memilih satu
lokasi memori atau satu lokasi I/O yang hendak di akses. Bus Kendali adalah
seperangkat bit pengendali yang berfungsi mengatur: (1) Penyerempakan memori,
(2) Penyerempakan I/O, (3) Penjadwalan MPU, Interupsi, DMA , (4) Pembentuk
Clock, dan Reset.
Clock
Merupakan bagian dari
Sistim Mikroprosesor yang mengatur denyut kerja MPU. Sehingga Frekuensi Clock
berkaitan dengan kecepatan kerja komputer. Beberapa jenis MPU ada yang
menggunakan detak sistim tunggal dan ada juga sistim ganda (dual fase). Detak
dapat dibangkitkan menggunakan sistim diskrit atau IC khusus. Intel
memperkenalkan IC 8224 untuk penggerak detak.
Pengendalian Sistem
Mikroprosesor
MPU dalam suatu sistem mikroprosesor
dalam fungsinya sebagai pengendali sistem bekerja sebagai berikut :
- Pengendali sistim
- Pengendali bus/saluran
- Dikendalikan oleh alat luar
Pada tabel berikut
digambarkan Ekivalensi sinyal-sinyal kendali beberapa jenis Mikroprosesor.
Penyerempakan memori dan penyerempakan I/O pada pokoknya analogis. Digunakan
prosedur jabat tangan. Dalam operasi “baca” suatu status sinyal “siap” (Ready)
akan menunjukkan tersedianya data. Kemudian data dialihkan ke bus data. Pada
beberapa alat I/O dibangkitkan suatu sinyal “pengakuan” (acknowledge) untuk
memberitahukan penerimaan data. menggunakan sistim tak serempak (asinkron). Pada
sistem sinkron tidak diperlukan adanya pembangkitan sinyal pengakuan.
Tabel
Sinyal Kendali Mikroprosesor
Ciri dari sistem sinkron adalah :
- Kecepatan yang lebih tinggi
- Jumlah saluran bus pengendali lebih sedikit
- Pembatasan kecepatan pada alat-alat I/O.
Pada sistem asinkron tercirikan adanya
:
- Jumlah saluran bus pengendali lebih banyak
- Memungkinkan penggunaan piranti berkecepatan berbeda dalam satu sistem yang sama.
Transfer Data Paralel
(PPI 8255)
Salah satu serpih
perantara yang digunakan untuk pengantarmukaan paralel (paralel interfacing)
adalah Programmable Peripheral Interface (PPI) 8255. Serpih ini diproduksi oleh Intel Corporation
dan dikemas dalam bentuk 40 pin dual in line package dan dirancang untuk
berbagai fungsi pengantarmukaan dalam mikroprosesor. PPI 8255 memiliki 24 pin
I/O yang dibagi menjadi tiga port masing-masing 8 bit. Port- port tersebut
adalah port A (PA0- PA7), port B (PB0-PB7) dan port C (PC0-PC7). Sebagai jalur
untuk transfer data dari dan ke PPI 8255 disediakan saluran 8 bit bus data
(D0-D7). Bus data dari PPI ini dapat dihubungkan langsung dengan bus data dari
mikrokomputer.
Proses pembacaan dan
penulisan data dari dan ke PPI 8255 dapat dilakukan dengan program. Salah satu
register yang akan dituju dari ketiga port dan register control ditentukan
dengan kombinasi penyemat A0 dan A1.Tabel 5.4 menyatakan format operasi dasar
pembacaan atau penulisan dan pengalamatan dari 3 port I/O dan register kendali
PPI 8255.
Kontrol Group A dan
Group B
Konfigurasi fungsional
setiap port diprogram oleh sistem perangkat lunak, yaitu melalui output CPU
(control word) ke PPI 8255. Control word berisikan mode, bit set, bit reset dan
sebagainya. Ini merupakan suatu proses inisialisasi konfigurasi fungsional dar
i PPI 8255. Setiap blok kontrol (Group A dan Group B) menerima perintah dari
kontrol logika read/write, menerima kontrol word dari bus data untuk keperluan perintah pada setiap port.
Kontrol group A adalah port A dan Port C upper (C7..C4) dan control group B
adalah port B dan port C lower (C3..C0), sedangkan register kontrol hanya dapat
dioperasi untuk output (operasi write). Port A, B dan C Port A . Output 8 bit
data latch/buffer dan input 8 bit data latch. Port B. Input/output 8 bit data
latch/buffer dan input 8 bit data buffer. Port C. Output 8 bit data
latch/buffer dan input 8 bit data buffer. Dan port ini dapat dibagi atas dua
port (setiap port 4 bit data latch) yang digunakan secara bersama dengan port A
dan port B untuk mengontrol sinyal output dan status sinyal input.
Deskripsi Operasional
PPI 8255
Ada tiga mode operasi
yang dapat dipilih oleh sistem perangkat lunak untuk mengoperasikan PPI 8255
yaitu :
1. Mode 0 - Basic
Input/Output
Mode ini digunakan
untuk input/output sederhana langsung ke port I/O.Peralatan luar yang
dihubungkan selalu siap untuk mengirimkan/menerima data, sehingga mode ini
tidak tergantung pada waktu. Semua port A, B dan C bisa bekerja pada mode ini.
Port-port PPI hanya bisa digunakan sebagai port input atau port output dari
sistem mikroprosesor. Port A dan port B masing-masing dapat digunakan sebagai 8
bit masukan saja atau 8 bit keluaran saja. Sedangkan port C dapat digunakan
sebagai empat (4) bit masukan atau empat (4) bit keluaran seperti port A dan
port B.
2. Mode 1 - Strobe
Input/Output
Mode ini digunakan untuk
peralatan luar yang mempunyai data valid pada saat – saat tertentu, sehingga
diperlukan sinyal-sinyal pemicu (strobe) pada I/O agar data segera dapat
dikirim, sehingga mode ini tergantung pada waktu. Pada mode ini port A dan port
B bisa ditentukan sebagai port masukan atau keluaran data, sedangkan port C
berfungsi sebagai pembawa sinyal status. Transfer data mode ini merupakan
sinyal terprogram bersyarat.
3. Mode 2 - Bidirectional
Bus
Mode ini mampu mengirim/menerima
data dalam dua arah (bidirectional handshake data transfer). Mode ini
menyebabkan port A bisa berfungsi sebagai masukan sekaligus keluaran yang
dilengkapi dengan sinyal jabat tangan 5 bit dari port C sebagai kontrol port A
. Mode ini tidak tersedia untuk port B.
Sistem Interface
Input/Output antara Sistem Digital dan Sistem Analog
Penggunaan komputer
saat ini tidak lagi terbatas pada pengolahan dan manipulasi data saja tetapi
sudah digunakan untuk mengkontrol berbagai peralatan seperti npenghitung pulsa
telepon, menyalakan/mematikan lampu secara otomatis, dan lain sebagainya.
Dengan penggunaan komputer seperti yang telah disebutkan di atas maka
seolah-olah computer berperan sebagai manusia yang dapat diprogram untuk
menjalankan apa yang dikehendaki oleh programmernya. Antara sistem digital
(sebagai pengontrol) dan sistem analog (sebagai peralatan yang dikontrol) harus
terdapat suatu jembatan yang menghubungkan kedua sistem tersebut. embatan ini
selanjutnya disebut sistem interface IO. Jadi untuk sistem kontrol secara
digital ini selalu terdiri dari 3 bagian yaitu : sistem digital, sistem
interface IO dan sistem analog. Sistem digital merupakan sistem yang menjadi
otak dar i sistem secara keseluruhan. Sistem digital ini membaca kondisi dari
sistem analog melalui sistem interface IO dan mengkontrol sistem analog melalui
sistem interface IO.Sistem kontrol secara digital ini menggantikan sistem kontrol
manual yang menggunakan switch mekanik dan diatur secara manual pula. Selain
itu dengan system kontrol secara digital ini, kondisi sistem analaog yang dikontrol
dapat pula dimonitor. keadaannya. Sistem analog merupakan bagian dari peralatan
analog yang aktivitasnya dikontrol oleh sistem digitalnya melalui sistem interface
IO. Sistem analog dapat berupa lampu bolam 220 volt, motor AC, bahkan sampai ke
peralatan industri yang menggunakan arus besar.
Disini terlihat bahwa
sistem interface IO sangat penting peranannya yaitu untuk menginterfacekan
sistem digital yang hanya mengenal kondisi ‘H’, yang ekuivalen dengan tegangan
4.5 volt sampai 5 volt dan kondisi ‘L’ yang setara dengan tegangan dibawah 1.2 volt
dengan sistem analog dengan tegangan 220 VAC dengan konsumsi arus yang paling
tidak 1A ke atas. Dari kondisi seperti di atas maka perlulah bagian digital dan
bagian analog ini dilewatkan sistem interface yang secara elektronik terisolasi
antar bagiannya. Teknik interface IO disini ada beberapa teknikdan tiap teknik
tersebut mempunyai keistimewaan pada aplikasi tertentu.
Contoh Aplikasi
Dengan menggunakan
sebuah PC diharapkan dapat mengkontrol 10 buah titik lampu yang menyala/mati
pada jam-jam tertentu. Melalui sebuah PPI card (dengan menggunakan chip PPI
8255) dapat dikontrol 24 buah beban. Output PPI adalah TTL level sedangkan
untuk lampu yang digunakan adalah lampu TL biasa. Untuk menginterfacekan antara
PPI (sistem digital) dengan lampu (sistem analog) digunakan relay 5 volt.
Contoh aplikasi ini adalah salah satu contoh penggunaan relay sebagai interafce
antara sistem digital dan sistem analog.
Sistem Interface I/O
Sistem interface I/O
yang paling baik adalah sistem interface dimana sistem digital dan sistem
analognya terisolasi, terpisah. Biasanya digunakan relay atau optocoupler. Penggunaan
relay lebih mudah namun lebih sering menimbulkan masalah karena relay dapat
menghasilkan noise pada sistem digital pada saat relay berubahan keadaan.
Selain itu penggunaan relay membutuhkan daya yang lebih besar jika dibandingkan
dengan penggunaan optoisolator. Sistem interface yang baik pada umumnya
menggunakan optoisolator atau yang lebih dikenal dengan optocoupler sepert 4N31
atau 4N35. Dengan menggunakan optocoupler arus yang digunakan lebih sedikit
paling tidak 10 mA -15 mA. Penggunaan optocoupler seperti 4N35 lebih disukai daripada penggunaan relay
secara langsung.
Optoisolator
Optoisolator merupakan
komponen yang digunakan sebagai komponen kontrol I/Ountuk peralatan yang beroperasi dengan tegangan
DC atau AC. Sebuah optocoupler terdiri. dari Gas LED dan phottransistor NPN
yang terbuat dari silicon. Untuk rangkaian penggunaan optoisolator dapat
dilihat pada gambar 5.6. Pada gambar 5.7a. optoisolator mendapat input TTL
berbentuk sinyal kotak sehingga outputnya juga berupa sinyal kotak namun level
tegangan berubah menjadi 0-24 volt.
Konversi Analog dan
Digital
Perangkat elektronika
modern kebanyakan melakukan pengolahan
data secara digital. Karena sinyal pada umumnya secara alamiah merupakan
sinyal analog, maka keberadaan peranti pengubah (konversi) data dari analog ke
digital, dan sebaliknya menjadi sangat vital. Berikut ini membahas spesifikasi
peranti konversi data yang lazim dicantumkan dalam lembar data yang disediakan
oleh produsen.
1. Fungsi Transfer
Ideal Konverter Analog-ke-Digital
Secara teoritis,
fungsi transfer ideal untuk konverter analog-ke-digital (ADC, analog-to-digital
converter) berbentuk garis lurus. Bentuk ideal garis lurus hanya dapat dicapai
dengan konverter data beresolusi tak-hingga. Karena tidak mungkin mendapatkan
resolusi tak hingga, maka secara praktis fungsi tranfer ideal tersebut
berbentuk gelombang tangga seragam.
ADC ideal secara unik
dapat merepresentasikan seluruh rentang masukan analog tertentu dengan sejumlah
kode keluaran digital. Pada gambar 1 ditunjukkan bahwa setiap kode digital
merepresentasikan sebagian dari rentang masukan analog total. Oleh karena skala
analog bersifat kontinyu sedangkan kode digital bersifat diskrit, maka ada
proses kuantisasi yang menimbulkan kekeliruan (galat). Apabila jumlah kode
diskritnya(yang mewakili rentang masukan analog) ditambah, makalebar undak
(step width) akan semakin kecil dan fungsi transfer akan mendekati garis lurus
ideal. Lebar satu undak (step) didefinisikan sebagai 1 LSB (least significant
bit) dan unit ini digunakan sebagai unit rujukan untuk besaran-besaran lain
dalam spesifikasi peranti konversi data. Unit 1 LSB itu juga digunakan untuk
mengukur resolusi konverter karena ia juga menggambarkan jumlah bagian atau
unit dalam rentang analog penuh.
Resolusi ADC selalu
dinyatakan sebagai jumlah bit-bit dalam kode keluaran digitalnya. Misalnya, ADC
dengan resolusi n-bit memiliki 2n kode digital yang mungkin dan berarti juga
memiliki 2 n tingkat undak (step level). Meskipun demikian, karena undak
pertama dan undak terakhir hanya setengah dari lebar penuh, maka rentang
skala-penuh (FSR, full-scale range) dibagi dalam (2 n-1) lebar undak. Karenanya,
untuk konverter n-bit.
2. Fungsi Transfer
Ideal Konverter Digital-ke-Analog
Konverter
digital-ke-analog (DAC, digital-to-analog converter) merepresentasikan sejumlah
kode masukan digital diskrit dengan sejumlah nilai keluaran analog diskrit.
Karenanya, fungsi transfer DAC adalah sederet titik-titik diskrit. Untuk DAC,1
LSB adalah tinggi undak (step height) antara dua keluaran analog yang
berdekatan. Secara sederhana, DAC dapat dibayangkan sebagai potensiometer
terkendali secara digital yang keluarannya merupakan bagian dari tegangan
analog skala-penuh, bergantung pada kode masukan digitalnya.
3. Kesalahan (Galat)
Statik
Kesalahan statik
adalah kesalahan (galat) yang mempengaruhi akurasi konverter bila konverter
tersebut mengkonversi sinyal statik (DC, direct current). Yang termasuk dalam
mjenis galat statik adalah galat offset, galat bati (gain error), non-linier
itas integral, dan non-m linier itas diferensial. Masing-masing galat dapat
diekspresikan dalam unit LSB atau kadang- kadang sebagai prosentase dari FSR.
4. Efek Kuantisasi
Masukan analog ADC
biasanya berupa sinyal kontinyu yang memiliki kemungkinan nilai tak terhingga
banyaknya, sedangkan keluaran digital merupakan fungsi diskrit dengan
kemungkinan nilai yang dibatasi jumlahnya oleh resolusi konverter. Oleh karena
itu dapat dipahami apabila dalam pengubahan bentuk analog ke bentuk digital,
beberapa sinyal analog berbeda nilai yang direpresentasikan dengan tegangan
berbeda pada masukannya, direpresentasikan dengan kode digital yang sama pada
keluarannya. Beberapa informasi hilang dan distorsi tertambahkan pada sinyal. Untuk
fungsi transfer gelombang-tangga ideal pada ADC, kesalahan antara masukan digital
dengan bentuk digital keluarannya memiliki fungsi rapatan probabilitas yang seragam
(uniform probability density function) jika sinyal masukannya diasumsikan acak.
Kesalahan itu dapat bervariasi dalam rentang ± ½ LSB atau ± q/2, di mana q adalah
lebar satu undak.
Waktu Penetapan
(settling time)
Waktu penetapan adalah
waktu yang diperlukan DAC untuk mencapai nilai akhir sesudah terjadi perubahan
kode digital masukan. Spesifikasi untuk waktu penetapan ini biasanya
dicantumkan bersama dengan laju slew (slew rate).
Slew Rate
Slew rate merupakan
keterbatasan yang melekat (inherent) pada penguat keluaran yang ada pada DAC
yang membatasi laju perubahan tegangan keluaran sesudah terjadi perubahan kode
digital masukan. Besaran slew rate dinyatakan dalam satuan nvolt/m s, dan pada
umumnya bernilai antara 0,2 sampai beberapa ratus V/m s.
Koefisien Temperatur
Aus atau usangnya
komponen pembentuk peranti konversi data karena umur akan menghasilkan atau
memperparah beberapa jenis kesalahan (galat) pada temperatur operasi yang
berubah-ubah. Galat offset dapat berubah akibat koefisien temperature penguat
dan komparator. Kesalahan dapat juga terjadi karena bergesernya tegangan rujukan
atau berubahnya nilai resistor tangga (akibat panas). Pada dasarnya, hampir
semua kesalahan, kecuali resolusi dan galat kuantisasi, terpengaruh oleh
Kesalahan statik adalah kesalahan (galat) yang mempengaruhi akurasi koefisien
temperatur komponen dalam konverter data.
Overshoot dan Glitch
Overshoot dan glitch
muncul pada saat terjadi perubahan kode digital masukan pada DAC. Glitch adalah
lonjakan tegangan sangat singkat (sehingga berbentuk seperti paku) yang terjadi
akibat ketakserempakan pensaklaran tiap-tiap bit. Jika masukan DAC berubah dari
01111 menjadi 10000, misalnya, maka 4 buah saklar pada DAC membuka dan sebuah
saklar menutup. Jika kecepatan membuka/menutup tiap-tiap saklar tidak sama maka
terdapat saat sangat singkat dimana keluaran menunjukkan nilai tak-sebenarnya
baru kemudian mencapai kondisi mapan (settle). Glitch seperti ini dapat diredam
pada tegangan keluaran DAC karena penguat keluaran umumnya tidak dapat
mengikuti laju perubahan yang sangat cepat. Penguat keluaran menghasilkan
overshoot atau ayunan tegangan yang dapat diminimalkan tetapi tidak dapat
dihilangkan sama sekali.
Kemelesetan Jangka
Panjang
Dalam jangka panjang,
akibat usia komponen terutama resistor semikonduktor, karakteristik peranti
konverter data menjadi berubah. Karakteristik peranti yang paling terpengaruh
adalah linieritas dan galat offset.
Laju Konversi Data
Laju konversi data
adalah kecepatan ADC atau DAC melakukan konversi Data berulang. Hal ini
dipengaruhi oleh waktu tunda perambatan pada rangkaian Pencacah, tangga saklar
dan komparator, tangga RC dan waktu penetapan penguat, serta laju slew penguat
dan kompartor. Laju konversi didefinisikan sebagai jumlah konversi per detik
atau dapat juga dinyatakan sebagai waktu konversi, yang lamanya waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan satu proses konversi(termasuk efek waktu
penetapan).
Laju Detak
Laju detak
dispesifikasikan sebagai laju pulsa minimum dan maksimum yang harus
dipasang pada peranti konverter data. Terdapat hubungan tetap antara laju konversi
minimum dengan laju detak, tergantung pada tipe dan akurasi konverter. Semua
yang mempengaruhi laju konversi dari suatu ADC membatasi laju detak.
BAB 6 MIKROKONTROLER
Tujuan dan Deskripsi
Singkat
Tujuan dari
mempelajari mikro kontroler adalah untuk dapat memahami teknologi semikonduktor
yang sangat membantu perkembangan dunia elektronika.
Mikrokontroler sebagai
teknologi baru yaitu teknologi semikonduktor kehadiranya sangat membantu
perkembangan dunia elektronika. Dengan arsitektur yang praktis tetapi memuat
banyak kandungan transistor yang terintegrasi, sehingga mendukung dibuatnya
rangkaian elektronika yang lebih portable. Mikrokontroler dapat diproduksi
secara masal sehingga harganya menjadi lebih murah dibandingkan dengan
mikroprosessor, tetapi tetap memiliki kelebihan yang bisa diandalkan. Mikrokontroler memiliki
perbandingan ROM dan RAM-nya yang besar, artinya program kontrol disimpan dalam
ROM (bisa Masked ROM atau Flash PEROM) yang ukurannya relative lebih besar,
sedangkan RAM digunakan sebagai tempat penyimpan sementara, termasuk
egister-register yang digunakan pada mikrokontroler yang bersangkutan.
Penggunaan utama dari
mikrokontroler adalah untuk mengontrol operasi dari mesin. Strategi kendali
untuk mesin tertentu dimodelkan dalam program algoritma pengaturan yang ditulis
dalam bahasa rakitan (assembly language). Program tersebut selanjutnya
dtranslasi ke kode mesin digital yang selanjutnya disimpan di dalam media
penyimpan digital yang disebut ROM (Lihat Gambar . Pendekatan disain dari
mikrokontroler dan mikroprosesor adalah sama. Jadi mikroprosesor merupakan
rumpun dari suatu mikrokontroler. Mikrokontroler terdiri dari fitur-fitur yang
terdapat dalam suatu mikroprosesor yaitu A LU, SP, PC dan register-register
temasuk fitur dari ROM, RAM, input/output paralel dan input/output pencacah
(counter seri). Dalam penyajian mikrokontroler pembahasan akan ditekankan pada
mikrokontroler.
Konstruksi dasar
AT89Cx051
Mikrokontroler MCS51
adalah Mikrokontroler yang paling populer saat ini. Keluarga ini diawali oleh
Intel yang mengenalkan IC Mikrokontroler type 8051 pada awal tahun 1980-an,
8051 termasuk sederhana dan harganya murah sehingga banyak digemari, banyak
pabrik IC besar lain yang ikut memproduksnya, tentu saja masing-masing pabrik
menambahkan kemampuan pada mikrokontroler buatannya meskipun semuanya masih
dibuat berdasarkan 8051. Sampai kini sudah ada lebih 100 macam mikrokontroler
turunan 8051, sehingga terbentuklah sebuah ‘keluarga besarmikro kontroler’ dan
biasa disebut sebagai MCS51.
Gambar di bawah memperlihatkan
susunan kaki AT89C2051, susunan kaki ini sama persis dengan AT89C1051 dan
AT89C4051. Demikian pula ketiga IC mempunyai konstruksi di dalam chip yang sama
persis, perbedaannya hanya terletak pada kapasitas Flash PEROM. IC AT89Cx051
hanya memerlukan tambahan 3 kapasitor, 1 resistor dan 1 Xtal serta catu daya 5
Volt. Kapasitor 10 mikro-Farad dan resistor 10 Kilo Ohm dipakai untuk membentuk
rangkaian reset, dengan adanya rangkaian reset ini AT89Cx051 otomatis di-reset
begitu rangkaian menerima catu daya. Xtal dengan frekuensi maksimum 24 MHz dan
2 kapasitor 30 pico-Farad dipakai untuk melengkapi rangkaian oscilator
pembentuk clock yang menentukan kecepatan kerja mikro kontroler.
Susunan kaki AT89Cx051 dan kontruksi dalam chip
Memori Pada AT89Cx051
Memori merupakan
bagian yang sangat penting bagi mikrokontroler, diperlukan 2 macam memori yang
sifatnya berbeda. Read Only Memory (ROM) yang isinya tidak berubah meskipun IC
kehilangan catu daya, dipakai untuk
menyimpan program, begitu di-reset mikrokontroler akan langsung bekerja
dengan program dalam ROM tersebut. Sesuai dengan keperluannya, dalam susunan
MCS51 memori penyimpan program ini dinamakan sebagai MEMORI PROGRAM. Random Access
Memory (RAM) isinya akan sirna begitu IC kehilangan catu daya, dipakai untuk
menyimpan data pada saat program bekerja. Di samping untuk data, RAM dipakai
pula untuk Stack. RA M yang dipakai untuk menyimpan data ini disebut pula
sebagai MEMORI DATA.
Memori Data yang
disediakan dalam chip AT89Cx051 sebesar 128 byte, meskipun hanya kecil saja
tapi untuk banyak keperluan memori kapasitas itu sudah mencukupi. Sarana
Input/Output yang disediakan cukup banyak dan bervariasi. AT89Cx051 mempunyai
17 jalur Input/Output paralel. Jalur Input/Output paralel ini dikenal sebagai
Port 1 (P1.0..P1.7) dan Port 3 (P3.0..P3.5 dan P3.7). AT89Cx051 dilengkapi UART
(Universal A synchronous Receiver /Transmiter) yang biasa dipakai untuk
komunikasi data secara seri. Jalur untuk komunikasi data seri (RXD dan TXD)
diletakan berhimpitan dengan P1.0 dan P1.1 di kaki nomor 2 dan 3, sehingga
kalau sarana UART ini dipakai maka P1.0 dan P1.1 tidak lagi bisa dipakai untuk
jalur input/output paralel. Timer 0 dan Timer 1 masing-masing adalah untaian
pencacah biner 16 bit (16 bit binary counter) di dalam chip yang dipakai
sebagai sarana input/output yang bekerja menurut fungsi waktu. Clock penggerak
untaian pencacah ini bisa berasal dari oscilator kristal atau clock yang
diumpan dari luar lewat T0 dan T1. T0 dan T1 berhimpitan dengan P3.4 dan P3.5,
sehingga P3.4 dan P3.5 tidak bisa dipakai untuk jalur input/output paralel
kalau T0 dan T1 dipakai.
AT89Cx051 mempunyai 5
sumber pembangkit interupsi, 2 diantaranya adalah sinyal interupsi yang
diumpankan ke kaki INT0 dan INT1, kedua kaki ini berhimpitan dengan P3.2 dan
P3.3 sehingga tidak bisa dipakai sebagai jalur input/output paralel kalau INT0
dan INT1 dipakai untuk menerima sinyal interupsi. 3 sumber interupsi yang lain
berasal dan sarana komunikasi data seri dan dari sistem Timer 0 dan Timer 1.
Port 1, Port 2, UART, Timer 0, Timer 1 dan sarana lainnya merupakan register
yang secara fisik merupakan RAM khusus, yang ditempatkan di Special Function
Register (SFR).
Dasar kerja program :
Program untuk
mengendalikan kerja dari mikrokontroler disimpan di dalam memori program.
Program pengendali tersebut merupakan kumpulan dari instruksi kerja
mikrokontroler, 1 instruksi MCS51 merupakan kode yang panjangnya bisa satu
sampai empat byte. Sepanjang mikrokontroler bekerja, instruksi tersebut byte demi byte diambil ke CPU dan selanjutnya dipakai
untuk mengatur kerja mikrokontroler. Proses pengambilan instruksi dari memori
program dikatakan sebagai ‘fetch cycles’ dan saat-saat CPU melaksanakan
instruksi disebuat sebagai ‘execute cycles’. Semua mikrokontroler maupun mikroprosesor
dilengkapi sebuah register yang berfungsi khsus untuk mengatur ‘fetch cycles’,
register tersebut dinamakan sebagai Program Counter. Nilai Program Counter
secara otomatis bertambah satu setiap kali selesai mengambil 1 byte isi memori
program, dengan demikian isi memor i program bisa berurutan diumpankan ke CPU.
Saat MCS51 di-reset, isi Program Counter di-reset menjadi 0000. Artinya sesaat
setelah reset isi dari memori program nomor 0 dan seterusnya akan diambil ke
CPU dan diperlakukan sebagai instruksi yang akan mengatur kerja mikrokontroler.
Dengan demikian, awal
dari program pengendali MCS51 harus ditempatkan di memori nomor 0, setelah
reset MCS51 menjalankan program mulai dar i memori program nomor 0000, dengan
melakukan proses ‘fetch cycles’ dan ‘execute cycles’ terus menerus tanpa henti.
Jika sarana interupsi diaktipkan, dan tegangan di kaki INT0 (kaki nomor 6)
merubah dari ‘1’ menjadi ‘0’, maka proses menjalankan program di atas akan
dihentikan sebentar, mikrokontroler melayani dulu permintaan interupsi, selesai
melayani permintaan interupsi CPU akan melanjutkan mengerjakan program utama
lagi. Untuk melaksanakan hal tersebut, pertama-tama CPU menyimpan nilai Program
Counter ke mStack (Stack merupakan satu bagian kecil dari data memori-RAM), kemudian
mengganti isi Program Counter dengan 0003. Artinya MCS51 akan melaksanakan
program yang ditempatkan di memori program mulai byte ke 3 untuk melayani
interupsi yang diterima dari kaki INT0.
Adalah tugas programer
untuk mengatur agar program yang dipakai untuk melayani interupsi lewat INT0
diletakkan disitu. Selesai melayani interupsi, nilai Program Counter yang tadi
disimpan ke dalam Stack akan dikembalikan ke
ProgramCounter, dengan demikian CPU bisa melanjutkan pekerjaan di ] program
Utama. Selain INT0, AT89Cx051 bisa mener ima interupsi dari INT1, dari UART dan
dari Timer. Agar permintaan interupsi itu bisa dilayani dengan program yang
berlainan, maka masing-masing sumber interupsi itu mempunyai nomor awal program
untuk layanan interupsi yang berlainan. Nomor-nomor awal tersebut digambarkan
dalam gambar.
Peta Memori Program
RAM dan Register dalam
AT89Cx051
Bagi mereka yang sudah
terbiasa memakai komputer, kapasitas Random Access Memory (RA M) yang dimiliki
AT89Cx051 ‘mengerikan’ karena sangat sedikit, hanya 256 byte. Itupun tidak
semuanya bisa dipakai sebagai biasa, lebih dari setengahnya merupakan memori
dengan keperluan khusus yang biasa dikenal sebagai register. Meskipun demikian
bagi mikrokontroler kapasitas itu sudah mencukupi. Dalam pengertian MCS51,
Random Access Memory dalam chip AT89Cx051
adalah memori data, yaitu memori yang dipakai untuk menyimpan data, sedangkan
Flash PEROM merupakan memori penampung program pengendali AT89Cx051, dikenal
sebagai memor i- program. Karena kedua memori itu memang dibedakan dengan
tegas, maka kedua memori itu mempunyai penomoran yang terpisah. Memori-program
dinomori sendir i, pada AT89C2051 mulai dari nomor $0000 sampai $07FF.
Sedangkan memori-data yang hanya 256 byte dinomori dari nomor $00 sampai $FF.
Seperti terlihat dalam
denah memori-data Gambar 6.3, memori-data dibagi menjadi dua bagian, memor i
nomor $00 sampai $7F merupakan memori seperti RA M selayaknya meskipun beberapa
bagian mempunyai kegunaan khusus, sedangkan memori nomor $80 sampai $FF dipakai
sangat khusus yang dinamakan sebagai Special Function Register (akan dibahas
tersendiri dibagian lain). Memori-data nomor $00 sampai $7F bisa dipakai
sebagai memori penyimpan data biasa, dibagi menjadi 3 bagian :
Denah Memori-data
1. Memori
nomor $00 sampai $18 selain sebagai memori-data biasa, bisa pula dipakai
sebagai Register Serba Guna (General Purpose Register).
2. Memori
nomor $20 sampai $2F selain sebagai memori-data biasa, bisa dipakai untuk
menyimpan informasi dalam level bit.
3.
Memori
nomor $30 sampai $7F (sebanyak 80 byte) merupakan memori-data biasa, bisa
dipakai untuk menyimpan data maupun dipakai sebagai Stack.
Register Serba Guna
Register Serba Guna
(General Purpose Register) menempati memori-data nomor $00 sampai $18, memori
sebanyak 32 byte ini dikelompokkan menjadi 4 Kelompok Register (Register Bank),
8 byte memori dari masing-masing Kelompok itu dikenali sebagai Register 0,
Register 1 .. Register 7 (R0, R1, R2, R3, R4, R5, R6 dan R7). Dalam penulisan program
memori-memori ini bisa langsung disebut sebagai R0, R1, R2, R3, R4, R5, R6 dan
R7, tidak lagi dengan nomor memori. Dengan cara ini instruksi yang terbentuk
bisa lebih sederhana dan bekerja lebih cepat. Pengertian ini bisa diperjelas
dengan contoh 2 instruksi berikut :
MOV A,$04
MOV A,R4
Instruksi pertama
mempunyai makna isi memori-data nomor 4 di-copy-kan ke Memori-data nomor $20
sampai $2F bisa dipakai menampung informasi dalam level bit. Setiap byte memori
di daerah ini bisa dipakai menampung 8 bit informasi yang masing- masing dinomori
tersendiri, dengan demikian dar i 16 byte memori yang ada bisa dipakai untuk
menyimpan 128 bit (16 x 8 bit) yang dinomoridengan bit nomor $00 sampai $7F.
Informasi dalam level bit tersebut masing-masing dapat di-‘1’-kan, di-‘0’-kan
dengan instruksi. Instruksi SETB $00 mengakibatkan memori-bit nomor 0 menjadi
‘1’, atau sama dengan membuat bit nomor 0 dari memori-data nomor $20 menjadi
‘1’, sedangkan bit-bit lainnya dalam memori nomor 20 tidak berubah nilai.
Sedangkan instruksi CLR $7F mengakibatkan memori-bit nomor $7F menjadi ‘0’,
satau sama dengan membuat bit nomor 7 dari memori-data nomor $2F menjadi ‘0’, sedangkan bit-bit lainnya dalam
memor i nomor $2F tidak berubah nilai. Pengertian ini dipertegas dengn intsruksi-instruksi
berikut: MOV $21,#$0F Sama dengan hasil kerja instruksi-instruksi berikut :
- SETB $08
- SETB $09
- SETB $0A
- SETB $0B
- CLR $0C
- CLR $0D
- CLR $0E
- CLR $0F
Instruksi MOV $21,#$0F
mempunyai makna mengisi memori-data nomor $21 dengan nilai $0F (atau bilangan
biner 00001111), berarti mengisi memori-bit nomor $0F sampai $08 dengan
bilangan biner 00001111 yang bisa dinyatakan dengan 8 baris instruksi
berikutnya.
Special Function
Register (SFR)
Register Khusus (SFR -
Special Function Register) adalah satu daerah RAM dalam IC keluarga MCS51 yang
dipakai untuk mengatur perilaku MCS51 dalam hal-hal khusus, misalnya tempat
untuk berhubungan dengan port paralel P1 atau P3, dan sarana input/output
lainnya, tapi tidak umum dipakai untuk menyimpan data seperti layaknya
memori-data. Meskipun demikian, dalam hal penulisan program SFR diperlakukan
persis sama dengan memori-data. Untuk mengisi memori-data nomor $60 dengan
bilangan $0F, instruksi yang dipergunakan adalah : MOV $60 ,#$0F. Sedangkan
untuk memenyimpan $0F ke Port 1 yang di SFR menempati memori-data nomor $90,
instruksi yang dipergunakan adalah : MOV $90, #$0F Membandingkan kedua
instruksi di atas bisa dimengerti dalam segi penulisan program SFR diperlakukan
persis sama dengan memori-data.
Register Dasar MCS51
Untuk keperluan
penulisan program, setiap mikroprosesor/mikrokontroler selalu dilengkapi dengan
Register Dasar. Ada beberapa macam register merupakan register baku yang bisa
dijumpai disemua jenis mikroprosesor/ mikrokontroler, ada register yang
spesifik pada masing-masing prosesor. Yang termasuk Register Baku antara lain
Program Counter, A kumulator, Stack Pointer Register, Program Status Register.
MCS51 mempunyai semua register baku ini. Sebagai register yang khas MCS51,
antara lain adalah Register B, Data Pointer High Byte dan Data Pointer Low Byte.
Semua ini digambarkan dalam Gambar 6.5. Di samping itu MCS51 masih mempunyai
Register Serba Guna R0..R7 yang sudah disebut dibagian atas. Dalam mikroprosesor/mikrokontroler
yang lain, register-register dasar biasanya ditempatkan ditempat tersendiri
dalam inti prosesor, tapi dalam MCS51 register-register itu ditempatkan secara
terpisah.
1. Program Counter
ditempatkan ditempat tersendiri di dalam inti prosesor
2. Register Serba Guna
R0..R7 ditempatkan di salah satu bagian dari memori data
3. Register lainnya
ditempatkan dalam Special Function Register (SFR)
Susunan Register Dasar MCS51
Dasar Pemrograman
MCS51
Program pengendali
mikrokontroler disusun dari kumpulan instruksi,
instruksi tersebut setara dengan kalimat perintah bahasa manusia yang
hanya terdiri atas predikat dan objek. Dengan demikian tahap pertama pembuatan
program pengendali mikrokontroler dimulai dengan pengenalan dan pemahaman
predikat (kata kerja) dan objek apa saja
yang dimiliki mikrokontroler.
Objek dalam
pemrograman mikrokontroler adalah data yang tersimpan di dalam memori, register
dan input/output. Sedangkan ‘kata kerja’ yang dikenal pun secara umum
dikelompokkan menjadi perintah untuk perpindahan data, arithmetik, operasi
logika, pengaturan alur program dan beberapa hal khusus. Kombinasi dari ‘kata
kerja’ dan objek itulah yang membentuk perintah pengatur kerja mikrokontroler.
Sedangkan untuk memenyimpan $0F ke Port 1 yang di SFR menempati memori-data nomor
$90, instruksi yang dipergunakan adalah : MOV $90,#$0F Membandingkan kedua
instruksi di atas bisa dimengerti dalam segi penulisan program SFR diperlakukan
persis sama dengan memori-data. Intruksi MOV A,$7F merupakan contoh sebuah
intruksi dasar yang sangat spesifik, MOV merupakan ‘kata ker ja’ yang
memerintahkan peng-copy-an data, merupakan predikat dalam kalimat perintah ini.
Sedangkan objeknya adalah data yang di-copykan, dalam hal ini adalah data yang
ada di dalam memori nomor $7F di-copy-kan ke Akumulator A.
Penyebutan data dalam
MCS51
Data bisa berada
diberbagai tempat yang berlainan, dengan demikian dikenal beberapa cara untuk
menyebut data (dalam bahasa Inggris sering disebut sebagai Addressing Mode’),
antara lain sebagai berikut :
1.
Penyebutan
data konstan (immediate addressing mode): MOV A,#$20. Data konstan merupakan
data yang berada di dalam instruksi. Contoh instruksi ini mempunyai makna data
konstan $20 (sebagai data konstan ditandai dengan ‘#’) di-copy-kan ke
Akumulator A. Yang perlu benar-benar diperhatikan dalam perintah adalah bilangan $20 merupakan bagian dari
instruksi.
2. Penyebutan
data secara langsung (direct addressing mode), cara ini dipakai untuk menunjuk
data yang berada di dalam memori dengan cara menyebut nomor itempat data
tersebut berada : MOV A,$30. Contoh instruksi ini memor mempunyai makna data
yang berada di dalam memor i nomor $30 di-copy-kan ke Akumulator. Sekilas
intruksi ini sama dengan instruksi data konstan di atas, perbedaannya instruksi
diatas memakai tanda ‘#’ yang menandai $20 adalah data konstan, sedangkan dalam
instruksi ini karena tidak ada tanda ‘#’ maka $30 adalah nomor dari memori.
Penyebutan data secara
tidak langsung (indirect addressing mode), cara ini dipakai untuk menunjuk data
yang berada di dalam memori, kalau memori penyimpan data ini letaknya
berubah-rubah sehingga nomor memori tidak disebut secara langsung tapi
di-‘titip’-kan ke register lain : MOV A,@R0. Dalam instruksi ini register serba
guna R0 dipakai untuk mencatat nomor memori, sehingga instruksi ini mempunyai makna memori yang
nomornya tercatat dalam R0 isinya di-copy-kan ke A kumulator A .Tanda ‘@’
dipakai untuk menandai nomor memori disimpan di dalam R0. Dalam instruksi ini
register serba guna R0 berfungsi dengan register penampung alamat (indirect
address register), selain R0 register serba guna R1 juga bisa dipakai sebagai
register penampung alamat.
1. Penyebutan data
dalam register (register addressing mode): MOV A,R5. Instruksi ini mempunyai
makna data dalam register serba guna R5 di-copy-kan ke Akumulator A. Instruksi
ini membuat register serba guna R0 sampai R7 sebagai tempat penyimpan data yang
sangat praktis yang kerjanya sangat cepat.
2. Data yang dimaksud
dalam bahasan di atas semuanya berada di dalam memori data (termasuk register
serba guna letaknya juga di dalam memori data). Dalam penulisan program, sering-sering
diperlukan tabel baku yang disimpan bersama dengan program tersebut. Tabel
semacam ini sesungguhnya merupakan data yang berada di dalam memori program.
Kata kerja dalam
AT89Cx051
Secara keseluruhan
AT89Cx051 mempunyai sebanyak 255 macam instruksi, yang dibentuk dengan
mengkombinasikan ‘kata kerja’ dan objek. “Kata kerja’ tersebut secara kelompok
dibahas sebagai berikut :
KELOMPOK PENG-COPY-AN
DATA
Kode dasar untuk
kelompok ini adalah MOV, singkatan dari MOVE yang artinya memindahkan, meskipun
demikian lebih tepat dikatakan perintah ini mempunyai makna peng-copy-an data.
Hal ini bisa dijelaskan berikut : setelah instruksi MOV A,R7 dikerjakan,
Akumulator A dan register serba guna R7 berisikan data yang sama, yang asalnya
tersimpan di dalam R7. Perintah MOV dibedakan sesuai dengan jenis memor i
AT89Cx051. Perintah ini pada memori data dituliskan menjadi MOV, misalkan :
MOV
A,$20
MOV
A,@R1
MOV
A,P1
MOV
P3,A
Untuk pemakaian pada
memori program, perintah ini dituliskan menjadi MOVC, hanya ada 2 jenis
instruksi yang memakai MOVC, yakni:
MOVC
A,@A+DPTR ; DPTR sebagai register indirect ,
MOVC
A,@A+PC; PC sebagai register indirect
Selain itu, masih
dikenal pula perintah MOVX, yakni perintah yang dipakai untuk memori data
eksternal (X singkatakan dar i External). Perintah ini hanya dimiliki oleh
anggota keluarga MCS51 yang mempunyai memori data eksternal, misalnya AT89C51
dan lain sebagainya, dan jelas tidak dikenal oleh kelompok Hanya ada 6 macam
instruksi yang memakai MOVX, instruksi-instruksi tersebut adalah :
MOVX A,@DPTR
MOVX A,@R0
MOVX A,@R1
MOVX @DPTR,A
MOVX @R0,A
MOVX @R1,A
KELOMPOK ARIMATIK
(ADD, ADDC, SUBB, DA, MUL dan DIV)
Perintah ADD dan ADDC Isi
Akumulator A ditambah dengan bilangan 1 byte,hasil penjumlahan akan ditampung
kembali dalam Akumulator. Dalam operasi ini bit Carry (C flag dalam PSW –
Program Status Word) berfungsi sebagai penampung limpahan hasil penjumlahan.
Jika hasil penjumlahan tersebut melimpah (nilainyalebih besar dari 255) bit
Carry akan bernilai ‘1’, kalau tidak bit Carry bernilai ‘0’. ADDC sama dengan
ADD, hanya saja dalam ADDC nilai bit Carry dalam proses sebelumnya ikut
dijumlahkan bersama.
Bilangan 1 byte yang
ditambahkan ke Akumulator, bisa berasal dari bilangan konstan, dari register
serba guna, dari memori data yang nomor memorinya disebut secara langsung
maupun tidak langsung, seperti terlihat dalam contoh berikut :
ADD
A,R0; register serba guna
ADD
A,#$23; bilangan konstan
ADD
A,@R0; no memori tak langsung
ADD
A,P1 ; no memori langsung (port 1)
Perintah MUL AB
Bilangan biner 8 bit
dalam Akumulator A dikalikan dengan bilangan biner 8 bit dalam register B. Hasil perkalian berupa
bilangan biner 16 bit, 8 bit bilangan biner yang bobotnya lebih besar ditampung
di register B, sedangkan 8 bit lainnya yang bobotnya lebih kecil ditampung di A
kumulator A. Bit OV dalam PSW (Program Status Word) dipakai untuk menandai
nilai hasil perkalian yang ada dalam register B. Bit OV akan bernilai ‘0’ jika
register B bernilai $00, kalau tidak bit OV bernilai ‘1’.
MOV
A,#10
MOV
B,#20
MUL
AB
KELOMPOK LOGIKA (ANL,
ORL dan XRL)
Kelompok perintah ini
dipakai untuk melakukan operasi logika mikrokontroler MCS51, operasi logika
yang bisa dilakukan adalah operasi AND (kode operasi ANL), operasi OR (kode
operasi ORL) dan operasi Exclusive-OR (kode operasi XRL). Data yang dipakai
dalam operasi ini bisa berupa data yang berada dalam Akumulator atau data yang
berada dalam memori-data, hal ini sedikit berlainan dengan operasi aritmatik
yang harus melihatkan Akumulator secara aktif. Hasil operasi ditampung di sumber
data yang pertama.
1. Operasi logika AND
banyak dipakai untuk me-‘0’-kan beberapa bit tertentu dari sebuah bilangan
biner 8 bit, caranya dengan membentuk sebuah bilangan biner bit sebagai data
konstan yang di-ANL-kan bilangan asal. Bit yang ingin di-‘0’-kan diwakili dengan ‘0’ pada data konstan,
sedangkan bit lainnya diberi nilai ‘1’, misalnya: Instruksi ANL P1,#%01111110
akan mengakibatkan bit 0 dan bit 7 dari Port 1 (P1) bernilai ‘0’ sedangkan
bit-bit lainnya tetap tidak berubah nilai.
2. Operasi logika OR
banyak dipakai untuk me-‘1’-kan beberapa bit tertentu dari sebuah bilangan biner 8 bit, caranya dengan
membentuk sebuah bilangan biner 8 bit sebagai data konstan yang di-ORL-kan
bilangan asal. Bit yang ingin di-‘1’-kan diwakili dengan ‘1’ pada data konstan,
sedangkan bit lainnya diberi nilai ‘0’,misalnya: Instruksi ORL A,#%01111110
akan Mengakibatkan bit 1 sampai dengan bit 6 dari Akumulator bernilai ‘1’
sedangkan bit-bit lainnya tetap tidak berubah nilai.
3. Operasi logika
Exclusive-OR banyak dipakai untuk membalik nilai (complement) beberapa bit
tertentu dari sebuah bilangan biner 8 bit, caranyadengan membentuk di-XRL-kan bilangan asal. Bit yang ingin
dibalik-nilai diwakili dengan ‘1’ pada data konstan, sedangkan bit lainnya
diberi nilai ‘0’, misalnya: Instruksi XRL
A,#%01111110 akan mengakibatkan bit 1 sampai dengan bit 6 dari
Akumulator berbalik nilai, sedangkan bit-bit lainnya tetap tidak berubah nilai.
Mengatur Alur Program
MCS51
Secara umum kelompok
instruksi yang dipakai untuk mengatur alur program terdiri atas
instruksi-instruksi JUMP (setara dengan statemen GOTO dalam Pascal),
instruksi-instruksi untuk membuat dan memakai sub-rutin/modul (setara dengan
PROCEDURE dalam Pascal), instruksi-instruksi JUMP bersyarat (conditional Jump, setara
dengan statemen IF .. THEN dalam Pascal). Di samping itu ada pula instruksi PUSH
dan POP yang bisa memengaruhi alur program. Karena Program Counter adalah
satu-satunya register dalam mikrokontroler yang mengatur alur program, maka kelompok
instruksi pengatur program yang dibicarakan di atas, semuanya merubah nilai
Program Counter, sehingga pada saat kelompok instruksi ini dijalankan, nilai Program
Counter akan tidak akan runtun dari nilai instruksi sebelumnya. Selain karena
instruksi-instruksi di atas, nilai Program Counter bisa pula berubah karena pengaruh
perangkat keras, yaitu saat mikrokontroler di-reset atau menerima sinyal
interupsi dari perangkat input/output.
Operasi Bit dengan
MCS51
Pada umumnya
mikrokontroler mengolah data 8 bit sekaligus, misalnya mengisi akumulator
dengan data 8 bit sekaligus, isi akumulator yang 8 bit dijumlahkan dengan isi
memori yang 8 bit dan lain sebagainya. MCS51 dilengkapikemampuan mengolah data
per bit, untuk keperluan ini bit Carry dalam PSW diperlakukan sebagai
‘akumulator bit’, dan dilengkapi dengan beberapa instruksi khusus untuk operasi
Boolean.
Objek operasi Bit
Seperti sudah dibahas
dibagian depan, memori-data nomor $20 sampai $2F bisa dipakai menampung
informasi dalam level bit. Setiap byte memori di daerah ini bisa menampung 8
bit informasi yang masing-masing dinomori tersendir i, misalkanbit 0 dari memori-data nomor $20 bisa
disebut sebagai bit nomor 0, bit 1 memori-data nomor $20 disebut sebagai bit nomor
1… seterusnya bit 0 dari memor i-data nomor $21 disebut sebagai bit nomor 8,
bit 7 memori-data nomor $21 disebut sebagai bit nomor 15 dan seterusnyanya.
Secara keseluruhan operasi bit bisa diberlakukan pada 256 lokasi bit.
Operasi
bit yang bisa ditangani oleh MCS51 antara lain mencakup : pemberian nilai pada
data biner 1 bit, perpindahan data 1 bit, operasi logika 1 bit meliputi operasi
AND, OR dan NOT, pengujian nilai data biner 1 bit. Pemberian nilai data biner
Untuk keperluan ini disediakan 2 instruksi, yakni SETB (Set Bit) dipakai memberi
nilai ‘1’pada data biner 1 bit, dan CLR (Clear Bit) dipakai memberi nilai ‘0’
pada data biner 1 bit.
Contoh pemakaian instruksi ini sebagai
berikut :
SETB ACC.0
SETB $E0
CLR P1.1
CLR $90
Instruksi SETB ACC.0
di atas membuat bit 0 dari akumulator (ACC.0) bernilai ‘1’, tapi mengingat
nomor bit dar i bit 0 akumulator adalah $E0 ( lihat Gambar 6), maka hasil kerja
kedua instruksi SETB di atas adalah sama. Demikian pula dengan kedua instruksi
CLR berikutnya, instruksi-instruksi ini akan mengakibatkan P1.1 bernilai ‘0’.
Di samping itu perlu pula diingat, P1.1 terhubung ke kaki IC MCS51, jadi hasil
ker ja operasi SETB maupun CLR pada P0, P1, P2 dan P3 bisa langsung terukur
dengan volt meter, atau operasi-operasi ini bisa langsung dipakai
men-on/off-kan rangkaian di luar IC MCS51.
Pemakaian Instruksi
operasi bit
Dengan
ingtruksi-instruksi operasi bit yang ada, MCS51 bisa dipakai untuk
mengimplementasi fungsi Boolean secara langsung, sebagai contoh persamaan
Boolean ber ikut diimplementasikan dengan instruksi-instruksi MCS51. Q = ( U. (
V + W )) + ( X.’Y ) + ‘Z (Catatan : /Y artinya not Y dan /Z artinya not Z).
Misalkan U V W X Y dan Z masing-masing adalah besaran Boolean yang dimasukkan
ke kaki Port 1 bit 0 sampai dengan 5, sedangkan Q merupakan besaranBoolean yang
ditampilkan di Port 3 bit 0, seperti terlihat dalam Gambar berikut :
Rangkaian Q = ( U . ( V + W )) + ( X.’Y ) + ‘Z
Dalam Potongan Program
baris 1 sampai dengan 7, P1.0 P1.1 dan lainnya dinyatakan sebagai data bit
dengan nama U, V dan selanjutnya, penamaan ini menggunakan perintah khusus
untuk assembeler (Assembler Directive) BIT, hanya nama-nama yang dibentuk
dengan assembler-directive BIT yang bisa dipakai untuk operasi bit.
Pengetahuan Dasar
Program Assembly
Bahasa Assembly adalah
bahasa komputer yang kedudukannya di antara bahasa mesin dan bahasa level
tinggi misalnya bahasa C atau Pascal. Bahasa C atau Pascal dikatakan sebagai
bahasa level tinggi karena memakai kata-kata dan pernyataan yang mudah
dimengerti manusia, meskipun masih jauh berbeda dengan bahasa manusia
sesungguhnya. Bahasa mesin adalah kumpulan kode biner yang merupakan instruksi
yang bisa dijalankan oleh komputer. Sedangkan bahasa Assembly memakai kode
Mnemonic untuk menggantikan kode biner, agar lebih mudah diingat sehingga lebih
memudahkan penulisan program. Program yang ditulis dengan bahasa A ssembly
terdiri dari label; kode mnemonic dan lain sebagainya, pada umumnya dinamakan
sebagai program sumber (Source Code) yang belum bisa diterima oleh prosesor
untuk dijalankan sebagai program, tapi harus diterjemahkan dulu menjadi bahasa
mesin dalam bentuk kode biner. Yang perlu diperhatikan adalah setiap prosesor
mempunyai konstruksi yang berlainan, instruksi untuk mengendalikan
masing-masing prosesor juga ber lainan, dengan demikian bahasa A ssembly untuk
masing-masing prosesor juga ber lainan, yang sama hanyalah pola dasar cara
penulisan program Assembly saja.
Bagan kerja proses assembly
Konstruksi Program
Assembly
Program sumber dalam
bahasa Assembly menganut prinsip 1 baris untuk satu perintah, setiap baris
perintah tersebut bisa terdiri atas beberapa bagian (field), yakni bagian
Label, bagian mnemonic, bagian operand yang bisa lebih dari satu dan terakhir bagian komentar. Untuk membedakan
masing-masing bagian tersebut dibuat ketentuan sebagian berikut :
1. Masing-masing
bagian dipisahkan dengan spasi atau TAB, khusus untuk operand yang lebih dari
satu masing-masing operand dipisahkan dengan koma.
2. Bagian-bagian
tersebut tidak harus semuanya ada dalam sebuah baris, jika ada satu bagian yang
tidak ada maka spasi atau TAB sebagai pemisah bagian tetap harus ditulis.
3. Bagian Label
ditulis mulai huruf pertama dari baris, jika baris bersangkutan tidak
mengandung Label maka label tersebut digantikan dengan spasi atau TAB, yakni
sebagai tanda pemisah antara bagian Label dan bagian mnemonic.
Label mewakili nomor
memori-program dari instruksi pada baris bersangkutan, pada saat menulis
instruksi JUMP, Label ini ditulis dalam bagian operand untuk menyatakan nomor memori-program
yang dituju. Dengan demikian Label selalu mewakili nomor memori- program dan
harus ditulis dibagian awal baris instruksi. Disamping Label dikenal pula
Symbol, yakni satu nama untuk mewakili satu nilai tertentu dan nilai yang
diwakili bisa apa saja tidak harus nomor memoriprogram. Cara penulisan Symbol
sama dengan cara penulisan Label, harus dimulai dihuruf pertama dari baris
instruksi.
Mnemonic (arttinya
sesuatu yang memudahkan diingat) merupakan singkatan perintah, dikenal dua
macam mnemonic, yakni manemonic yang dipakai
sebagai instruksi mengendalikan prosesor, misalnya ADD, MOV, DJNZ dan
lain sebagainya. Ada pula mnemonic yang dipakai untuk mengatur kerja dari
program A ssembler misalnya ORG, EQU atau DB, mnemonis untuk mengatur kerja
dari program Assembler ini dinamakan sebagai ‘Assembler Directive’.
Operand adalah bagian
yang letaknya di belakang bagian mnemonic, merupakan pelangkap bagi mnemonic.
Kalau sebuah instrksi di-ibaratkan
sebagai kalimat perintah, maka mnemonic merupakan subjek (kata kerja)
dan operand merupakan objek (kata benda) dari kalimat perintah tersebut.
Tergantung pada jenis instruksinya,
operand bisa berupa berbagai macam hal. Pada instruksi JUMP operand berupa
Label yang mewakili nomor memori-program yang dituju misalnya LJMP Start, pada
instruksi untuk pemindahan/pengolahan data, operand bisa berupa Symbol yang
mewakili data tersebut, misalnya ADD A,#Offset. Banyak instruksi yang
operandnya adalah register dari prosesor, misalnya MOVA,R1. Bahkan ada pula instruksi
yang tidak mempunyai operand, misalnya RET.
Komentar merupakan
bagian yang sekedar sebagai catatan, tidak berpengaruh pada prosesor juga tidak
berpengaruh pada kerja program A ssembler, tapi bagian ini sangat penting untuk
keperluan dokumentasi. Assembler Directive Seperti sudah dibahas di atas,
bagian Mnemonic dari sebuah baris perintah bisa merupakan instruksi untuk
prosesor, maupun berupa A ssembler Directive untuk mengatur kerja dari program
Assembler. Mnemonic untuk instruksi prosesor, sangat tergantung pada prosesor
yang dipakai, sedangkan mnemonic untuk Assembler Directive tergantung pada program Assembler
yang dipakai. Meskipun demikian, terdapat beberapa Assembler Directive yang
umum, yang sama untuk banyak macam program Assembler. Assembler Directive yang bersifat
umum tersebut, antara lain adalah ORG -singkatan dari ORIGIN, untuk menyatakan
nomor memori yang dipakai setelahperintah itu, misalnya ORG $1000 maka memori
ber ikutnya yang dipakai Assembler adalah $1000. ORG berlaku untuk memori
program maupun memori-data.
Dalam penomoran
memori, dikenal $ sebagai awalan untuk menyatakan nomor memori dari baris
bersangkutan. Misalnya : ORG 1000 dan LJMP $+1000. Operand $+$500 mempunyai
arti nomor memori-program bersangkutan ditambah dengan $500, karena instruksi
LJMP ini terletak persis di bawah ORG $1000 maka nomor memori- program baris
ini adalah $1000, sehingga operand $+$500 bernilai $1500 dan instruksi ini
indentik dengan LJMP $1500.
1. EQU - singkatan dar
i EQUATE, dipakai untuk menentukan nilai sebuah Symbol. Misalnya Angka 88 EQU
88 memberi nilai 88 pada Symbol Angka 88, atau CREQU$0D
mempunyai makna kode ASCII dari CR adalah $08.
2. DB - singkatan dari
DEFINE BYTE, dipakai untuk memberi nilai tertentu pada memori-program. Nilai
tersebut merupakan nilai 1 byte, bisa berupa angka ataupun kode ASCII. DB
merupakan Assembler Directive yang dipakai untuk membentuk teks maupun tabel.
ORG $0200
STRING
DB ‘A tmel AT89C2051’
PANJANG EQU $-STRING
ORG $0200
memerintahkan program Assembler agar bekerja mulai dari memori-program nomor
$0200, instruksi selanjutnya memerintahkan program Assembler agar mengisi
memori-program nomor $0200 dan berikutnya dengan tulisan ”Atmel AT89C2051’’
(yang diisikan adalah kode ASCII dari ‘A’, ‘t’ dan seterusnya), PANJANG dari
STRING bisa dihitung dengan cara PANJANG EQU $-STRING, yakni selisih dari
nomor memor i-program baris bersangkutan dikurangi dengan nomor awal
memori-program yang diisi STRING.
- DW - singkatan dari DEFINE WORD, dipakai untuk memberi nilai 2 byte ke memori-program pada baris bersangkutan. Assembler Directive ini biasa dipakai untuk membentuk suatu tabel yang isinya adalah nomor-nomor memori-program.
- DS - singkatan dari Define Storage, Assembler Directive ini dipakai untuk membentuk variable. Sebagai variabel tentu saja memori yang dipakai adalah memori-data (RAM) bukan memori-program (ROM). Hal ini harus benar-benar dibedakan dengan Assembler Directive DB dan DW yang membentuk kode dimemori-program. Dan karena DS beker ja di RAM, maka DS hanya sekedar menyediakan tempat di memori, tapi tidak mengisi nilai pada memori bersangkutan.
Struktur Program
Assembly
Sarana yang ada dalam
program assembly sangat minim, tidak seperti
dalam bahasa pemrograman tingkat atas (high level language programming)
semuanya sudah siap pakai. Penulis program assembly harus menentukan
segalanya, letak program yang ditulisnya
dalam memori-program, membuat datakonstan dan tablel konstan dalam
memori-program, membuat variabel yang dipakai kerja dalam memori-data dan lain
sebagainya.
Program sumber
assembly
Program-sumber
assembly (assembly source program) merupakan
kumpulan dari bar is-baris perintah yang ditulis dengan program
penyunting-teks (text editor) sederhana, misalnya program EDIT.COM dalam DOS,
atau program NOTEPAD dalam Windows. Kumpulan baris- printah tersebut biasanya
disimpan ke dalam file dengan nama ekstensi *.ASM atau nama lain misalnya *.A51
dan lain sebagainya, tergantung pada program Assembler yang akan dipakai untuk
mengolah program sumber assembly tersebut. Setiap baris-perintah merupakan
sebuah perintah yangutuh, artinya sebuah perintah tidak mungkin dipecah menjadi
lebih dari satu baris. Satu baris perintah bisa terdiri atas 4 bagian, bagian
pertama dikenali sebagai label atau sering juga disebut sebagai symbol, bagian
kedua dikenali sebagai kode operasi, bagian ketiga adalah operand dan bagian
terakhir adalah komentar. Pembahasan diatas diringkas dalam gambar.
Program-sumber assembly
Assembly Listing
Program-sumber
assembly di atas, setelah selesai ditulis diserahkan ke program Assembler untuk
diterjemahkan. Setiap prosesor mempunyai program assembler tersendiri, bahkan
satu macam prosesor bisa memiliki beberapa macam program Assembler buatan
pabrik perangkat lunak yang berlainan. Hasil utama pengolahan program Assembler
adalah program-obyek. Program-obyek ini bisa berupa sebuah file tersendiri,
berisikan kode-kode yang siap dikirimkan ke memori program mikro prosesor/mikro
kontroler, tapi ada juga program-obyek yang disisipkan pada program-sumber
assembly seperti terlihat dalam assembly listing di gambar 6.10. Bagian kanan
gambar 6.10 merupakan program-sumber assembly karya asli penulis program,
setelah diterjemahkan oleh program assembler kode-kode yang dihasilkan berikut
dengan nomor-nomor memori tempat penyimpanan kode-kode tadi, disisipkan pada
bagian kiri setiap baris perintah, sehingga bentuk program ini tidak lagi
dikatakan sebagai program-sumber assembly tapi dikatakan sebagai assembly
listing.
Assembly Listing
Membaca assembly
listing bisa memberikan gambaran yang lebih jelas bagi program yang ditulis,
bagi pemula assembly listing memberi pengertian yang lebih mendalam tentang isi
memori-program, sehingga bisa lebih dibayangkan bagaimana kerja dari sebuah
program.
Program Obyek format
HEX
Selain Assembly
Listing, hasil kerja program Assembler lainnya adalah program obyek yang
dipakai untuk mengendalikan sebuah mikroprosesor/mikrokontroler, program obyek
disimpan dalam file. Terdapat dua macam bentuk file penyimpan program obyek,
yang pertama adalah file yang berisikan kode biner murni, dan yang satu lagi
adalah file biner yang sudah diolah menjadi file teks. File jenis pertama
biasanya dinamakan sebagai binary object file, biasanya memakai ekstensi *.BIN.
File semacam ini hanya berisikan angka-angka biner yang akan diisikan ke dalam
memori tanpa informasi lain, sehingga selalu dianggap bahwa bahwa file tersebut
berisikan kode-kode biner yang nantinya ditempatkan mulai dari memori nomor 0.
Kalau ternyata kode-kode biner diisikan mulai dari memori nomor 8000h, maka
mulai posisi 0 sampai 7FFFh akan diisi dengan bilangan biner 00h, baru setelah
itu menyusul kode biner yang sesungguhnya. File semacam ini banyak dipakai
untuk EPROM Programmer model lama. File jenis kedua dinamakan Hexadecimal
format object file, biasanya memakai ekstensi*.BIN . Data biner dirubah ke
dalam bentuk heksadesimal dan yang disimpan ke dalam file adalah kode ASCII
dari bilangan heksadesimal tersebut. Misalnya data biner 00111010, atau
heksadesimal 3Ah, dituliskan ke dalam f ile menjai 33h (kode ASCIInya angka 3)
dan 41h (kode ASCIInya huruf A ). Dengan cara ini isi dar i file tersebut bisa
dengan mudah dibaca dengan program penyunting teks (text editor) biasa, bahkan
bisa di-cetak di atas kertas seperti terlihat dalam Gambar. File semacam itu
bisa dibaca dengan text editor biasa, misalnya EDIT.COM dalam DOS, atau NOTEPAD
dalam Windows. Dalam file format HEX semacam ini, selain disimpan data biner
yang akan diisikan ke ROM, berisikan pula nomor-nomor memori tempat penyimpanan
data biner tersebut. EPROM programer baru umumnya memakai format file obyek
semacam ini.
Program obyek format HEX
Format HEX dari Intel
Beberapa macam format
untuk membentuk file program obyek format HEX (Hexadecimal format object file),
meskipun hanya 2 yang banyak dipakai, yakni
Anatomi baris-baris dalam file format HEX
Format buatan Motorola
yang dinamakan sebagai format S19 dan format buatan Intel yang disebut sebagai
format HEX dari Intel. Berikut ini adalah pembahasan file program obyek dengan
format HEX dari Intel yang dipakai MCS51, format ini didefinisikan dalam
artikel dari Intel dengan judul Hexadecimal Object File Format Specification :
(http://alds.stts.edu.appnote/#MCS51). File program obyek
dengan format HEX dari Intel berisikan baris-bar is tulisan seperti terlihat
dalam Gambar. Setiap baris mengandung informasi tentang berapa banyak data
dalam baris tersebut, alamat awal tempat penyimpanan data dalam baris tersebut,
jenis baris dan sarana untuk memastikan kebenaran data yang dinamakan sebagai
check sum. Dalam baris tersebut, setiap huruf (kecuali huruf pertama) mewakili
satu bilangan heksa-desimal, dengan demikian setiap 2 huruf membentuk data satu
byte yang terdiri dari 2 bilangan heksadesimal. Rincian dari format tersebut
sebagai ber ikut :
1. Huruf pertama dalam
baris, selalu berisi tanda “:”, merupakan kode identitas yang menyatakan baris
tersebut berisikan kode-kode biner yang disimpan dalam format HEX dari Intel.
2. Huruf ke-2 dan ke-3
dipakai untuk menyatakan banyaknya data dalam baris yang dinyatakan dengan 2
angka heksa-desimal, sehingga banyaknya data dalam 1 baris maksimal adalah 255
(atau heksa-demimal FF).
3. Huruf ke 4 sampai 7, merupakan 4 angka
heksa-desimal yang dipakai untuk
menyatakan alamat awal tempat penyimpanan kode-kode dalam baris teks bersangkutan.
4. Huruf 8 dan 9
dipakai untuk menyatakan jenis teks data. Nilai 00 dipakai untuk menyatakan
baris tersebut berisikan data biasa, 01 menyatakan baris tersebut merupakan
baris terakhir.
5. Huruf ke 10 dan
seterusnya adalah data. Setiap 2 huruf mewakili data 1 byte, sehingga jumlah
huruf pada bagian ini adalah dua kali banyaknya data yang disebutpada butir 2
di atas.
6. 2 huruf terakhir
dalam baris merupakan check sum. Byte-byte yang disebut dalam butir 2 sampai 5
di atas dijumlahkan, hasil penjumlahan di-balik ( inverted) sebagai bilangan
check sum. (hasil penjumlahan bisa menghasilkan nilai yang lebih besar dari 2
bilangan heksadesimal, namun hanya 2 bilangan heksa-desimal yang bobotnya
terkecil yang dipakai).
BAB 7 TEKNIK PEMROGRAMAN PLC
Tujuan dan Deskripsi
Singkat
Tujuan dari mempelajari
teknik pemrograman PLC (Programing Logic Control) adalah untuk dapat
memahami operasi proses dan melakukan tindakan sesuai dengan yang dibutuhkan.
Sebuah PLC (Programmable
Logic Control) adalah sebuah alat yang digunakan untuk menggantikan rangkaian
sederetan relay yang dijumpai pada sistem kontrol proses konvensional. PLC
bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor terkait), kemudian
melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan, yang berupa
menghidupkan atau mematikan keluarannya (logika 0 atau 1, hidup atau mati).
Pengguna membuat program (yang umumnya dinamakan diagram tangga atau ladder
diagram ) yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan, Dengan
kata lain, PLC menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrumen keluaran
berkaitan dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati. Pendekatan sistematik
dalam perancangan sistem kontrol proses :
Pertama, Anda perlu memilih
suatu instrumen atau sistem yang hendak dikontrol. Sistem yang terotomasi bisa
berupa sebuah mesin atau suatu proses yang
kemudian disebut
sebagai sistem kontrol proses. Fungsi dar i sistem kontrol proses ini secara
terus-menerus akan mengamati sinyal-sinyal yang berasal dari piranti- piranti
masukan (sensor) dan tanggapanynya berupa suatu sinyal yang diberikan ke
piranti keluaran eksternal yang secara lagnsung mengontrol bagaimana suatu
sistem
beroperasi atau
bekerja.
Kedua, Anda perlu menentukan
semua masukan dan keluaran yang akan dihubungkan ke PLC; Piranti masukan dapat
berupa saklar, sensor dan lain sebagainya. Sedangkan piranti keluaran dapat
berupa selenoida, kran elektromagnet, relai, starter magnet begitu juga dengan
instrumen lain yang bisa menghasilkan suara atau cahaya (lampu) dan lain
sebagainya. Setelah menentukan kebutuhan semua piranti masukan dan keluaran
dilanjutkan dengan menentukan penggunaan jalur- jalur masukan dan keluaran pada
PLC untuk piranti- piranti masukan dan keluaran yang sudah ditentukan tadi.
Ketiga, membuat program yang
lebih dikenal dengan diagram tangga (untuk PLC) sesuai dengan jalannya proses
yang diinginkan. Dalam hal ini bisa digunakan terminal konsol yang langsung
berhubungan dengna PLC yang bersangkutan atau melalui komputer PC yang memiliki
saluran komunikasi yang dibutuhkan untuk mentransfer program dar i komputer PC
ke PLC maupun sebaliknya.
Keempat, program disimpan ke
dalam PLC; baik dilakukan secara langsung melalui terminal konsol maupun
melalui komputer PC. Program kendali PLC terdiri atas tiga unsur yaitu :
alamat, instruksi, dan operand. Alamat adalah nomor yang menunjukkan lokasi,
instruksi, atau data dalam daerah memori. Instruksi harus disusun secara
berurutan dan menempatkannya dalam alamat yang tepat sehingga seluruh instruksi
dilaksanakan mulai dar i alamatterendah hingga alamat tertinggi dalam program.
Instruksi adalah perintah yang harus dilaksanakan PLC. PLC hanya dapat
melaksanakan instruksi yang ditulis menggunakan ejaan yang sesuai. Oleh karena
itu, pembuat program harus memperhatikan tata cara penulisan instruksi.Operand
adalah nilai berupa angka yang ditetapkan sebagai data yang digunakan untuk
suatu instruksi. Operand dapat dimasukkan sebagai konstanta yang menyatakan
nilai angka nyata atau merupakan alamat data dalam memori.
Bahasa Pemrograman
Program PLC dapat
dibuat dengan menggunakan beberapa cara yang disebutbahasa pemrograman. Bentuk
program berbeda-beda sesuai dengan bahasa pemrograman yang digunakan. Bahasa
pemrograman tersebut antara lain: diagram, kode mneumonik, diagram blok fungsi,
dan teks terstruktur. Beberapa merk PLC hanya mengembangkan program diagram
ladder dan kode mneumonik.
Diagram Ladder
Diagram ladder terdiri
atas sebuah garis vertikal di sebelah kiri yang disebut bus bar, dengan gar is
bercabang ke kanan yang disebut rung. Sepanjang garis instruksi, ditempatkan
kontak-kontak yang mengendalikan/mengkondisikan instruksi lain di sebelah kanan
Kombinasi logika kontak-kontak ini menentukan kapan dan bagaimana instruksi di
sebelah kanan dieksekusi. Contoh diagram ladder ditunjukkan pada gambar di
bawah ini. Terlihat dari gambar di atas bahwa gar is instruksi dapat bercabang
kemudian menyatu kembali. Sepasang garus vertikal disebut kontak
(kondisi). Ada dua kontak,yaitu kontak
NO (Normally Open) yang digambar tanpa garis diagonal dan kontak NC (Normally
Closed) yang digambar dengan garis diagonal. Angka di atas kontak menunjukkan
bit operand. Kode mneumonik member ikan informasi yang sama persis seperti
halnya diagram ladder.
Contoh Diagram Ladder
Sesungguhnya, program
yang disimpan di dalam memori PLC dalam bentuk mneumonik, bahkan meskipun
program dibuat dalam bentuk diagram ladder. Oleh karena itu, memahami kode mneumonik
itu sangat penting.
Struktur Daerah Memori
Program pada dasarnya
adalah pemrosesan data dengan berbagai instruksi pemrograman. Data disimpan
dalam daerah memori PLC. Pemahaman daerah data, disamping pemahaman terhadap
berbagai jenis instruksi merupakan hal yang sangat penting, karena dari segi
inilah intisari pemahaman terhadap program.Data yang merupakan operand suatu
instruksi dialokasikan sesuai dengan jenis datanya.
Instruksi Pemrograman
Terdapat banyak
instruksi untuk memrogram PLC, tetapi tidak semua instruksi dapat digunakan
pada semua model PLC. Instruksi pemrograman dapat dikelompokkan sebagai berikut:
Klasifikasi menurut
pengkodean mneumonik :
-
Instruksi
dasar
-
Instruksi
khusus
Klasifikasi menurut
kelompok fungsi :
-
Instruksi
sisi kiri (ladder)
-
Instruksi
sisi kanan
Klasifikasi menurut kelompok fungsi :
-
Instruksi
ladder
-
Instruksi
kendali bit
-
Instruksi
timer/counter
-
Instruksi
geser bit
-
Instruksi
sub routine
-
Instruksi
ekspansi
Pada dasarnya, tingkat
pemahaman pemakai PLC ditentukan oleh seberapabanyak instruksi yang telah
dipahaminya. Oleh karena itu, untuk pemula berikut ini hanya dijelaskan beberapa
instruksi saja. Untuk pendalaman lebih lanjut dapat mempelajari manual
pemrograman yang diterbitkan oleh pemilik merk PLC.
Instruksi Diagram
Ladder
Instruksi
diagram ladder adalah instruksi sisi kiri yang mengkondisikan instruksi lain di
sisi kanan. Pada program diagram ladder instruksi ini disimbolkan dengan
kontak-kontak seperti pada rangkaian kendali elektromagnet.Instruksi diagram
ladder terdiri atas enam instruksi ladder dan dua instruksi blok logika.
Instruksi blok logika adalah instruksi yang digunakan untuk menghubungkan
bagian yang lebih kompleks. Instruksi LOD dimulai dengan barisan logic yang
dapat diteruskan menjadi ladder diagram rung. Instruksi LOD digunakan setiap
kali running baru dimulai.
- Diagram Ladder ( relay circuit)
- List Program
- Key Operation
2. Instruksi AND
- Instruksi AND digunakan untuk membuat program kontak sirkuit seri.
- Instruksi AND dimasukan sebelum set yang kedua yang berhubungan dan selanjutnya.
- Dapat dilanjuti dengan instruksi NOT untuk contact normally closed.
- Gerbang Logic AND
- Tabel Kebenaran gerbang AND
- Diagram Ladder (relay circuit)
- List Program
- Key Operation
Eksekusi Pemograman
Untuk mengurangi
kemungkinan terjadinya kesalahan dalam merancang program kendali, perlu diingat
hal-hal sebagai berikut :
a. Jumlah kondisi
(kontak) yang digunakan seri atau paralel dan juga banyaknya perulangan
penggunaan suatu bit tak terbatas sepanjang kapasitas memori PLC tidak
dilampaui.
b. Diantara dua garis
instruksi tidak boleh ada kondisi yang melintas secara vertikal.
c Tiap. garis
instruksi harus memiliki sedikitnya satu kondisi yang menentukan eksekusi
instruksi sisi kanan, kecuali untuk instruksi END (01), ILC (03) dan JME(05).
d. Dalam merancang
diagram ladder harus memperhatikan kemungkinan instruksi yang diperlukan untuk
memasukannya. Misalnya, pada gambar A di bawah ini diperlukan instruksi OR
LOAD. Hal ini dapat dihindari dengan menggambar ulang diagram ladder seperti
gambar B.
Saat eksekusi program,
PLC men-scan program dari atas ke bawah, mengecek semua kondisi, dan
mengeksekusi semua instruksi. Instruksi harus
ditempatkan dengan tepat, misalnya data yang dikehendaki dipindahkan ke
words sebelum words tersebut digunakan sebagai operand instruksi.
Penyederhanaan Program Logika
Ingat bahwa garis
instruksi berakhir pada instruksi terminal sisi kanan, setelah itu baru
mengeksekusi garis instruksi bercabang ke instruksi terminal yang lain. Eksekusi
program semata-mata merupakan salah satu tugas yang dilakukan oleh PLC sebagai
bagian dari waktu siklus.
Langkah-langkah
pembuatan program
Untuk membuat program
kendali PLC ditempuh melalui langkah-langkah sistematis sebagi berikut :
a. Menguraikan urutan
kendali, Pembuatan program diawali dengan penguraian urutan kendali. Ini dapat
dibuat dengan menggunakan kalimat-kalimat
logika, gambar-gambar, diagram waktu, atau bagan alir (flow chart).
b. Menetapkan bit operand untuk peralatan
input/output, Bit operand untuk peralatan input/output mengacu pada daerah memori
PLC yang digunakan. Bit operand dapat dipilih secara bebas sejauh berada pada
jangkah daerah memori yang dialokasikan. Tetapi, penggunaan secara bebas sering
menjadikan ketidak-konsistenan sehingga menjadikan program kendali keliru. Oleh
sebab itulah penggunaan bit operand harus ditetapkan sebelum program dibuat.
Inventarisir semua peralatan input dan output yang akan disambung ke PLC,
kemudian tetapkan bit operandnya.Jumlah bit oprand yang tersedia bergantung
kepada tipe PLC yang spesifikasikan menurut jumlah input-outputnya.
Perbandingan jumlah bit input dan output pada umumnya 3 : 2. Misalnya PLC
dengan I/O 10 memiliki bit input sejumlah dipilih secara bebas sejauh berada
pada jangkah daerah memori yang
dialokasikan. Tetapi, penggunaan secara bebas sering menjadikan ketidak-konsistenan
sehingga menjadikan program kendali keliru. Oleh sebab itulah penggunaan bit
operand harus ditetapkan sebelum program dibuat. Inventarisir semua peralatan
input dan output yang akan disambung ke PLC, kemudian tetapkan bit operandnya.
Jumlah bit oprand yang
tersedia bergantung kepada tipe PLC yang
spesifikasikan menurut jumlah input-outputnya. Perbandingan jumlah bit input
dan output pada umumnya 3 : 2. Misalnya PLC dengan I /O 10 memiliki bit input
sejumlah 6 dan bit output 4. Di bawah ini diberikan contoh daerah memori PLC
OMRON CPM1A-10CDRA.
Daftar Pustaka
- J. Webb, Industrial Control Electronics, Macmillan Publish, New York, 1992.
- J. Webb, Programmable Logic Control, Macmillan Publish,. New York, 1992.
- Frank D Petruzella, Elektronik Industri (terjemahan), Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001.
- William Bolton, Programmable Logic Controller (PLC), Sebuah Penngantar, Edisi ketiga, Penerbit Erlangga, 2004.
- M. Budiyanto dan A. Wijaya, Pengenalan Dasar-dasar PLC (Programmable Logic Controller), Penerbit Gaya Media, Yogyakarta, 2003.
- Endra Ditawarna, Robotika, Desain, Kontrol dan Kecerdasan Buatan, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2006.
- David G. Alciator dan Michael B Histand, Introduction to Mechatronics and Measurement Systems, Mc Graw Hill, New York, 2003.
- Edi Junaedi, Bahan Ajar Mekatronika, Tangerang, 2018.







































































Komentar
Posting Komentar